Cerita Dewasa Kemontokan Dosen Yang Menggairahkan

Posted on
MPO878

Cerita Dewasa Kemontokan Dosen Yang Menggairahkan – Sudah 3 tahun yang lalu, kisah-kisah ini terjadi pada waktu yang mungkin dan pada waktu itu saya masih semester 3 di kuliahan yang tidak boleh ada di daerah bekasi. pada saat itu, ada beberapa mahasiswa baru sedang berkumpul untuk membahas tentang uang kuliah yang brosurnya bisa di cicil sebanyak 5 kali, tetapi sebenarnya beberapa mahasiswa hanya diberi peluang untuk mencicilnya sepanjang 3 kali.

Bagiku sich mengagumkan terlalu mewakili masalah, karna saya telah membayar penuh sepanjang setahun, tetapi karna rasa solideritas pada rekan, pada akhirnya saya turut berkumpul, serta nyatanya oleh beberapa rekanku, saya telah membayarkan yang dirasakan oleh manajer, instansi yang bernama Ibu Asih S.Pd .

Agen878

Pada akhirnya saya menuju lantai 4 untuk membahas masalah ini pada Ibu Asih, serta siapa tahu beliau dapat memberikan jalan keluar yang paling baik untuk anak didiknya. Saat saya akan mengetuk pintu ruangnya, terdengar samar-samar nada desah serta erangan yang datang dari dalam ruangnya.

Akupun tahu kalau nada ini adalah suaranya Ibu Asih, karna saya sangat senang dengan suaranya saat beliau masih tetap memberikan mata kuliah Akuntansi Basic 1.

Kuketuk berulang-kali, tetapi belumlah ada jawaban, pada akhirnya saya beranikan diri untuk segera membuka pintu. Kusaksikan diruang kerjanya, nyatanya tak ada, kucari ke sana kemari, akhirnya saya menemukan tengah serius menghadap kekomputer yang umum dipakai oleh asistennya (letaknya terhambat oleh satu almari yang diisi berbagai macam jenis buku). Yang saya tahu, hari ini asistennya belum juga masuk karena 2 hari lalu dia mengalami kecelakaan. Dengan agak sangsi saya coba mendekatinya.

Serta nyatanya.. Ibu Asih tengah melihat adegan-adegan seks yang berada di internet. Lumrah saja barusan terdengar nada orang mendesah keenakan, tidak tahunya saat melihat adegan itu, Ibu Asih juga memicu dianya dengan memakai jari-jari lentiknya. Saya jadi bingung deg-degan, karna jadi lelaki yang beranjak dewasa, didepanku ada adegan seks yang ditampilkan serta dimonitor, serta yang lebih membuatku membuatku sadar, saat melihat Ibu Asih yang menggambarkan tengah diamuk birahi. Sembari mengangkat lubang ke-2 kaki ke atas meja, serta memperlebar ke-2 pahanya, jari-jari lentik Ibu Asih selalu keluar masuk memeknya yang telah tampak basah.

Karna takut ketahuan, serta takut dimarahi juga akan kelancanganku, bebrapa perlahan-lahan saya menuju pintu untuk keluar. Namun
, bila dari saya “Fik.. anda juga melanjutkan langkahmu untuk keluar dari ruang ini saat ini, kelak akan men-DO anda dari sini. Karna anda sudah lancang masuk ruang saya tanpa ada pengetahuan saya”.
Karna beliau juga akan keluarkan saya, pada akhirnya saya segera berhenti serta agak terbata-bata saya segera mohon maaf atas semuanya kelancangan saya.
Tanpa ada ekspresi apa pun, Bu Asih jalan mendekatiku sembari membocorkan pertanyaan.

“Apakah kamu mengerti.kamu mengerti apa yang kamu pahami? Dengan pernyataan
saya menyebutkan kalau saya sudah lancang masuk ruang Ibu tanpa ada izin.
“Dan kamu paham.kamu mengerti apa hukumannya bila sudah melakukan itu?
“Tidak Bu”, jawabku perlahan.
“Oke, saat ini anda juga akan saya hukum sesuai sama perubahanmu, apa yang anda saksikan saat anda masuk ruang ini?
“Ngga ada bu”.
“Kamu janganlah berbohong yach, sebenarnya saat Anda masuk, Ibu telah mengetahuinya, saat ini menjawab yang jujur, apa yang Anda lihat saya tengah melakukan suatu hal? Pada akhirnya dengan berita saya bercerita semuanya peristiwanya .

“Jika memberikan info janganlah berbelit-belit demikian, saya tidak tahu. Saat ini coba anda peragakan semuanya yang anda lihat”.

Pada akhirnya saya ambil tempat dimuka monitor yang masih membuat tempat duduk bercinta pada 2 wanita dengan 1 pria. Dengan hati-hati saya mengangkat ke-2 kaki saya ikuti apa yang barusan Ibu Asih bekerja, tetapi karna saya selalu melihat adegan di monitor itu, akhirnya saya cuma terbengong melihat semua.

Lama-lama tanpa ada saya sadari, kontol saya mulai menegang. Tetapi karna merasa malu takut Ibu Asih, saya pura-pura menyebutkan bila saya tidak dapat mempraktekkan semua yang barusan dikerjakannya, karna saya tidak memiliki memek.

Tanpa ada terlupakan, Ibu Asih jadi berkata.
“Kalo demikian, anda pakai memek saya saja, tapi jarinya tetaplah jari kamu”.
Pada akhirnya Ibu Asih memposisikan tubuhnya seperti saat pertama kali saya saksikan. Ragu-ragu saya mendekatinya serta pertanyaan.
“Tapi kan barusan Ibu tidak pakai CD, mengapa saat ini CD pakai? ”, tanya.

“Coba sekalian, lakukan langkah buka CD wanita, apakah Anda dapat? ”.

Pada akhirnya saya tahu kalau saya juga akan alam hukuman yang mengasyikkan.

Tanpa ada bebrapa sangsi lagi saya mendekati badan Ibu Asih yang masih tetap menaikan kaki serta memperlebar ke-2 pahanya di atas meja. Saya segera turunkan ke-2 kakinya serta memohon dia untuk berdiri.

“Saya menghormati wanita bukan sekedar dibagian spesifik, saya menghormati semuanya yang ada pada diri seseorang wanita, jadi izinkanlah saya untuk mencumbui semuanya yang berada di diri ibu”.

Dengan tersenyum, pada akhirnya dia berdiri serta pertanyaan.
“Kata-katamu cukup romantis, tapi saya minta janganlah cuma di mulut saja”.

Thanks God, akhirnya saya memberi peluang untuk merasakan apa yang sampai sekarang hanya jadi hayalan saya mengenai kecantikan serta kemontokan Ibu Asih.
Dengan lembut, saya mulai menciumi perhatian yang merah merekah. Nyatanya, Ibu Asih begitu pembohong (mungkin saja karena dulu telah melihat adegan yang ditimbulkan).

“Fik, untuk saat ini, Ibu hanya perlu kontol anda, anda pasti perlu bebrapa ribet untuk ibu, karna Ibu tidak kuat sekali lagi menahannya”
Sembari berkata demikian, tanpa pernah buka bajuku, Ibu Asih segera buka celanaku serta mengarahkan kontolku ke memeknya .

Meskipun tanpa bermain terlebih dahulu, kontolku memanglah selalu siap bila diminta ngentot cewe cantik, karna kontolku telah dimulai sejak SMA. Sambil berdiri, Ibu Asih selalu menarik serta mendorong pantatnya agar kontolku selalu keluar dari lubang memeknya.
Saya hanya diam mematung menikmati lubang memek yang hangat di Ibu Asih, karna meskipun saya tampak pasif, sepertinya Ibu Asih begitu menikmatinya.

“Terus Fik, enak banget kontolmu fik aacchh.. enaknya.. kontolmu Fik.. teruuzzhh.. aacchh.. uuhh hangat serta enaknya barang dan Fik.. gede banget Fik.. terruuzzhh.. aacchh”
Tanpa ada henti-hentinya Ibu Asih mendesis seperti orang yang kepedasan.

Walau dari awal saya terobsesi untuk dapat bercinta dengan Ibu Asih, tetapi saya tidak mau tergesa-gesa dalam menikmatinya. Saya ingin memberikan kesan Ibu Asih agar dia menjangkau duluan, agar dapat memberi kesan yang baik di mata.
“Aawww.. ” nyatanya saat Ibu Asih menjangkau orgasme, tanpa sadar menyadari yang mulai mulanya memegang pantatku, segera meremas dengan sekencang-kencangnya, bergetar sebentar, lalu segera memelukku.

foto-igo

“Terima kasih ya Fik, anda telah membantu saya menjangkau puncak”.

Saat bebrapa perlahan kucabut kontolku yang masih tetap tegak berdiri, Ibu Asih masih tampak lelah, tetapi dari raut berwajah tampak begitu senang. Saya berniat memberikan saat sebagian menit agar Ibu Asih dapat beristirahat serta menikmati sisa kenikmatannya. Beberapa lalu, saya segera buka bajuku, menurutku, pertempuran baru juga akan dimulai, serta perlahan-lahan akupun mulai buka satu persatu baju Ibu Asih.

Karna saat pertama mengerjakannya, Ibu Asih tidak memberikan kesempatan kepada saya untuk membuka baju kami, mungkin saja karena sangat ngebetnya, dia hanya menaikan roknya (yang kebetulan tidak ber-CD), serta turunkan celanaku.

“Waktu istirahatnya telah cukup Bu, saat ini mari kita ngentot sekali lagi, serta tolong puaskan kontol saya dengan semua langkah yang Ibu bisa”. Tanpa menunggu lama, kami yang telah memeluk. Saya yang begitu terkagum-kagum pada kemolekan Ibu Asih, berupaya untuk menghargai semua kerja kerasnya.

Kubaringkan Ibu Asih dilantai, ke-2 susu yang padat itu tampak indah serta mengundangku untuk selekasnya menikmatinya.
“Yaa.. hisap selalu sayaangg.. aacchh, teeruuss”

Tanganku juga mulai mencari tujuan yang berbeda saat bibirku masih tetap memainkan ke-2 susunya. Perlahan mulai turun dari ke-2 susunya serta selalu turun ke bawah menggerayangi perut, serta pada akhirnya jariku merasakan bulu-bulu yang tumbuh di sekitar lubang lubang halusnya.

Ku usap dengan lembut lubang lubangnya mungkin, nyatanya kehidupan basah, saja karna dia telah mulai diamuk birahi sekali lagi. Kuelus selalu sembari kadang-kadang telunjukku kumasukkan ke dalam memeknya yang tampak begitu merah karena terjadinya terjadi.

Bibirku segera berhenti melihat, saya segera mengarahkan mukaku kekemaluannya. Dengan ke-2 kami, saya lebarkan lubang memeknya, serta saya segera menjilati “klit”nya yang agak sedikit “monyong” ke depan. Ibu Asih seperti orang kesetanan saat lidahku menyentuh daerah terlarangnya, dia menggelinjang seperti cacing kepanasan, mulutnya selalu mendesis seperti ular, serta menemukan suatu hal untuk dipegang.

Seperti dulu, Ibu Asih juga mengalami orgasme yang ke-2 saat saya baru memainkan memeknya dengan lidah serta jariku. Tetapi karna saya telah tidak dapat kubendung sekali lagi, saya tidak memberikan kesempatan untuk beristirahat, sebelum melihat nafsu terkulai dengan lemas, saya mulai memasukkan kontolku ke dalam memeknya. Dengan mengangkat ke-2 pahanya, serta menempatkan menempatkan dipundakku, saya segera mundurkan pantatku untuk mengeluarkan masukan kontolku ke dalam memeknya.

Nyaris 20 menit saya mengocok memeknya dengan kontolku, mungkin saja itu membuat gairah Ibu Asih mejadi bangkit lagi, diapun berupaya untuk menggoyangkan pinggulnya agar kontolku dapat memicu dinding memeknya secara detail.

Baca Juga : Cerita Dewasa Santri Di Perkosa Gaya Nungging

Saya tahu apa yang dia kehendaki, pada akhirnya tanpa ada menyabut kontolku, bebrapa perlahan kubalikan tubuhnya serta menyuruh dia agar “menungging”. Dengan visual, saya segera jadi bertambah saat melihat 2 bongkahan daging yang begitu besar serta tanpa berhenti memainkan kontolku, kami segera meremas pantatnya yang begitu mulus, saya menggunakan, serta terkadang saya melihatnya hingga membuat warna kulitnya jadi agak merah.

Mungkin saja karena sangat sangat, Ibu Asih minta saya capek membaca terlebih dahulu, tapi mendengar dia berkata demikian, nafsuku jadi bertambah-tambah, segera menarik perhatian serta memperkencang pergerakan kontolku.

Ibu Asih cuma dapat mendesah, mengerang serta merintih, tanpa ada dapat memberi perlawanan sekali lagi. Pada akhirnya dia hanya pasrah serta selalu menikmati sensasi yang saya beri. Pada akhirnya saya meminta kontolku serta memohon Ibu Asih agar selekasnya mengulum videoku. Mungkin saja karena sangat lelahnya, dia membalikan tubuhnya begitu lambat, saya yang telah tidak tahan, segera menarik depan dengan membuka pintu mulutku. Sembari selalu kukocok, saya tetaplah ikut ikut maju mundur.

Mendadak.. spermaku keluar pula, beberapa hingga, keluar sekali lagi dari sela, Ibu Asih, saya berniat keluarkan spermaku didalam mulut, karna saya katakan, saya paling suka melihat spermaku ditelan oleh pasangan ngeseksku. Dengan cekatan, Ibu Asih Pun segera menelan semua spermaku serta menjilati kepala Anda, sampai tidak ada kontak spermaku yang tidak tertelan olehnya.

Pada akhirnya hingga juga saya wujudkan yang diimpikanku pada Ibu Asih ini. Nyatanya Tuhan sudah mendengar permintaan serta keinginan yang berada di dalam hatiku. Setelah rapi, saya sampaikan maksud kedatanganku ke ruangnya, dengan cermat, beliau mengunjungi apa yang menjadi masalah di antara anak didik, dengan pada akhirnya disebutkan.
“Kalau masalah ini juga akan selekasnya dimeetingkan, serta Anda perlu sangat cemas, karna ketentuan pada akhirnya tetaplah berada di tangan Ibu, yang perlu bila hari minggu anda akan temani di, minggu depan masalah itu usai, bagaimana?
Secara cepat, saya segera menjawab, “Ya.. ya.. ya.. ”

Joker338