Cerita Dewasa Kunikmati Sepongan dari Mama dan Tanteku

Posted on
Mpo878

Cerita Dewasa Kunikmati Sepongan dari Mama dan Tanteku – Perkenalkan namaku Bejo(32), aku tinggal di bandung. Banayk cewe yang bilang aku ganteng. Aku akan menceritakan kisah bersama, kisah ini mengenai seks aku tante dan mamaku. Kisah ini terjadi pas aku masih berusia 20 tahun dan kebetulan tante Winnie datang dan menginap selama beberapa hari di rumahku, karena suaminya pergi ke luar kota untuk bekerja. Dia merasa sepi dan takut tinggal di rumahnya sendiri. Tante Winnie berusia 32 tahun. Penampilannya biasa saja. Tinggi badan 160 cm. jalan-jalan. Tapi aku suka bodynya. Buah dada 36B, dan pantatnya besar bulat.Aku suka lihat tante Winnie kalau sudah memakai celana panjang sehingga pantatnya akan segera membentuk. Tante Winnie adalah adik kandung Papa aku.

Waktu itu hari saya tidak masuk kuliah. Aku diam di rumah bersama mama dan tante Winnie. Pagi itu, jam 10, penampakan mama baru selesai mandi. Mama keluar dari kamar mandi memakai penutup dada dan setengah pahanya yang putih mulus. Mama berusia 38 tahun. Sangat cantik.
Saat itu entah tidak sengaja aku melihat mama membetulkan lilitan handuknya sebelum masuk kamar. Terlihat buah dada mama walau tidak terlalu besar tapi masih bagus bentuknya. Yang terutama jadi perhatian aku adalah memek mama yang bulu hitam tidak terlalu lebar berbentuk segitiga rapi. Mungkin karena mama rajin merawatnya

Agen878

Mama sepertinya tidak sadar kalau aku sedang memperhatikannya. Mama langsung masuk kamar. Hati berdebar dan terbayang terus pemandangan tubuh mama tadi. Aku dekati pintu, lalu aku intip dari lubang kunci. Terlihat mama sedang membuka lilitan handuknya dan menunjukkan gambar-gambar handuk tersebut. Terlihat tubuh mama sangat menggairahkan. Terutama memek mama yang aku fokuskan. Secara otomatis tangan aku meraba kontol dari luar celana, lalu meremas pelan sambil menikmati keindahan tubuh membangkitkan mama. Karena sudah tak tahan lagi, aku segera ke kamar mandi dan onani sambil membayangkan menyetubuhi mama. Sampai akhirnya.. Crot! Crot! Crot! Aku orgasme.

Tidur setiap hari, waktu aku sedang membaca majalah, tiba-tiba terdengar suara mama memanggil aku. Cerita Dewasa

“Bejo..!” panggil mama.
“Ya, Ma…” sahutku sambil bertanya ke kamar mama.
“Ada apa, Bu?” tanya aku.
“Pijitin badan mama, Bejo. Pegal rasanya…” kata mama sambil tengkurap.
“Iya, Ma…” jawab aku.
Waktu itu mama memakai daster. Aku mulai memijit kaki mama dari betis. Terus sampai naik ke paha. Mama tetap merasakan pijitan aku. Karena daster mama agak mengganggu pijitan, maka aku bertanya pada mama, “Ma, dasternya naikin ya? mengganggu nih…” tanya saya.
“Emang kamu mau mijitan apa aja, Bejo?” tanya mama.
“Seluruh badan mama,” jawab aku.
“Ya sudah, mama buka baju saja,” kata mama sambil bangkit, lalu melepas dasternya tanpa ragu.
“Ayo lanjutkan, Bejo!” kata mama sambil kembali tengkurap. Darah aku berdesir melihat mama setengah telanjang di depan mata.

“Mama tidak malu buka baju depan Bejo?” tanya aku.
“Malu kenapa? Kan anak kandung mama. Biasa saja,” jawab mama sambil memejamkan mata.
aku berdebar. Tanganku mulai memijit paha mama. Sebetulnya bukan memijit, istilah yang tepat adalah mengusap agak keras. Aku menikmati usapan tangan aku di paha mama sambil mata terus memandangi pantat mama yang memakai celana dalam merah. Setelah selesai “memijit” paha, karena masih ragu, aku tidak memijit pantat mama, tapi langsung naik memijit pinggang mama.

“Kok dilewat sih, Bejo?” protes mama sambil menggoyangkan pantatnya.
“Mm.. Bejo takut mama marah…” jawab aku.
“Marah kenapa? Kamu kan emang mama pinta mijitin.. Ayo teruskan!” pinta mama.
Karena sudah mendapat angin, aku mulai meraba dan sedikit meremas pantat mama dari luar celana dalamnya. Nyaman rasanya memijit dan meremas pantat mama yang bulat dan padat. Kontol aku sudah mulai mengeras. Mama tetap terpejam menikmati pijitan aku. Karena birahi aku sudah naik, aku sengaja memasukkan tangan ke celana dalam mama dan terus meremasnya. Mama tetap diam. Aku makin berani.

Jari tengah aku mulai belahan pantat mama sampai belahan memek mama. Jari aku diam disana. Aku takut mama marah. Tapi mama tetap diam sambil memejamkan mata. Aku mulai menggerakan jari tengah aku di belahan memek mama. Mama tetap diam. Terasa memek mama mulai basah. Dan aku tahu kalau mama menggoyang-goyangkan pantatnya agak, mungkin mama merasa enak menikmati jari-jariku di belahan memeknya. Itu perkiraan aku.
Karena sudah basah, aku nekad masukkan jari aku ke lubang memek mama. Mama tetap memejamkan mata, tapi pantatnya mulai bergoyang agak cepat.

“Bejo, kamu kenapa?” tanya mama sambil menikmatinya. Aku kaget dan takut mama marah.
“Maaf, Ma…” kataku tertunduk tidak berani memandang mata mama.
“Bejo tidak tahan menahan nafsu…” kataku lagi.
“Nafsu apa?” kata mama dengan nada lembut.
“Sini masalah dekat mama,” kata mama sambil menggeserkan badannya. Aku diam tidak mengerti.
“Sini masalah Bejo,” ujar mama lagi.
“Tutup dulu pintu kamar,” kata mama.
“Ya, Ma…” kataku sambil berdiri dan segera menutup pintu. Kemudian aku masalah di samping mama.

foto-igo.com

Mama sambil membelai rambut aku.
“Kenapa bernafsu dengan mama, Bejo,” tanya mama lembut.
“Mama marahkah?” tanya aku.
“Mama tidak marah, Bejo.. Jawablah jujur,” ujar mama.
“Melihat tubuh mama, Bejo tidak tahu kenapa jadi pengen, Ma…” kataku. Mama tersenyum.
“Berarti anak mama sudah mulai dewasa,” kata mama.
“Kamu benar-benar mau sayang?” tanya mama.
“Maksud mama?” tanya aku.
“Dua jam lagi Papa kamu pulang…” hanya itu yang keluar dari mulut mama sambil beralih meraba kontol aku dari luar celana.

Saya kaget sekaligus senang. Mama mencium bibir aku, dan akupun segera membalasnya. Kami berciuman mesra sambil tangan kami saling meraba dan meremas. Cerita Sex
“Buka pakaian kamu, Bejo,” kata mama. Aku menurut, dan segera melepaskan baju dan celana.
Mama juga melepas BH dan celana di dalamnya. Mama duduk di tepi tempat tidur, sedangkan aku tetap berdiri.
“Kontol kamu besar, Bejo…” kata mama sambil meraih kontol aku dan meremas serta mengocoknya. Enak rasanya.

“Kamu sudah pernah maen dengan perempuan tidak, sayang?” tanya mama.
Sambil menikmati enaknya dikocok kontol aku menjawab, “Belum pernah, Ma.. Mmhh..”. Mama tersenyum, entah apa artinya.

Lalu mama menarik perhatian aku hingga kontol aku hampir di wajah. Lalu mama mulai menjilati kontol aku mulai dari batang sampai ke kepalanya. Rasanya sangat nikmat. Lebih nikmat lagi ketika mama memasukkan kontolku ke mulutnya. Hisapan dan permainan lidah mama sangat pandai. Tanganku dengan keras memegang dan meremas rambut mama dengan keras karena merasakan kenikmatan yang sangat sangat. Tiba-tiba mama menghentikan hisapannya, tapi tangannya tetap mengocok kontolku secara perlahan.

“Enak sayang?” tanya mama sambil menengadah mengamati.
“Iya, Ma.. Enak sekali,” jawabku dengan suara terputus.
“Sini sayang. Kontolmu udah besar dan tegang. Sekarang cepat…” ujar mama sambil menarik tanganku.
Mama lalu telentang di tempat tidur sambil membuka lebar pahanya. Tanpa ragu aku naiki tubuh mama. Aku arahkan kontolku ke lubang memeknya. Tangan mama memandu kontolku ke lubang memeknya.

“Ayo, Bejo..Masukkan…” ujar mama sambil terus memandang.
Aku tekan kontolku. Lalu terasa kepala kontolku memasuki lubang yang basah, licin dan hangat. Lalu batang kontolku memasuki sesuatu yang menjepit, entah bagaimana aku menjelaskan rasa nikmatnya.. Secara perlahan aku keluarkan kontolku di memek mama. Aku cium bibir mama. Mamapun membalas ciumanku sambil menggoyangkan pinggulnya dari goyangan aku.
“Enak, Bejo?” tanya mama.
“Sangat enak, Ma…” jawabku sambil terus menyetubuhi mama. Setelah beberapa menit, aku hentikan gerakan kontol aku.
“Kenapa mama mau melakukan ini dengan Bejo?” bertanya sambil tersenyum, mata mama terlihat berkaca-kaca.

“Karena mama sayang kamu, Bejo…” jawab mama.
“Sangat sayang…” lanjutnya.
“Lagipula saat ini mama memang sedang ingin bersetubuh…” lanjutnya lagi.
Aku terdiam. Tak berapa lama aku kembali menggerakan kontol aku menyetubuhi mama.
“Bejo juga sangat sayang mama…” ujarku.
“Ohh.. Bejo.. Enakk.. Mmhh…” desah mama ketika aku menyetubuhinya semakin keras.
“Mama mau keluar…” desah mama lagi.
Tak lama kurasakan tubuh mama mengejang lalu memelukku erat-erat. Goyangan pinggul mama makin keras. lalu..

“Ohh.. Enak sayangg…” desah mama lagi ketika dia mencapai orgasme.
Aku terus menggenjot kontolku. Lama-lama kurasakan ada dorongan kuat yang akan keluar dari kontol aku. Rasanya sangat kuat. Aku makin keras menggenjot tubuh mama..
“Ma, Bejo gak tahann…” ujarku sambil memeluk tubuh mama lalu menekan kontolku lebih dalam ke memek mama.

“Keluarin sayang…” ujar mama sambil meremas-remas pantatku.
“Keluarin di dalam aja sayang biar enak…” bisik mama mesra.
Akhirnya, crott.. Crott.. Crott.. Air maniku keluar di memek mama.
“Mmhh…” desahku. Lalu tubuh kita tergolek lemas mengagumkan.
“Terima kasih ya, Ma…” ujar aku sambil mencium bibir mama.
“Lekas ​​berpakaian, Papa kamu Kemana-mana lagi pulang!” kata mama.
Lalu kamipun segera berpakaian. Setengah jam kemudian Papa pulang. Mama dan aku berjalan seperti biasa dan terlihat normal.

Malam setiap hari, sekitar jam 11 malam, ketika mama dan Papa sudah tidur, aku dan tante Winnie masih menonton TV. Tante Winnie memakai kimono. aku melihat paha mulusnya ketika melihat kimononya tersingkap. Tapi tidak ada perasaan apa-apa. Karena sudah biasa melihat seperti itu.
Tiba-tiba tante Winnie bertanya sesuatu yang mengejutkan saya,”ngapain kamu tadi sore lama-lama berduaan ama mama kamu di kamar?” tanya tante winnie.
“Hayo, ngapain..?” tanya tante Winnie lagi sambil tersenyum.
“Tidak ada apa-apa. Aku mijitin mama, kok…” jawabku.
“Kok lama amat. Sampe lebih dari satu jam,” tanyanya lagi.
“Curigaan amat sih, tante?” kataku sambil tersenyum.
“Tante hanya merasa aneh saja waktu tante denger ada suara-suara yang gimanaa gitu…” ujar tante Winnie sambil tersenyum. Cerita Mesum

“Kayak suara yang lagi enak…” ujar tante Winnie lagi.
“Udah ah.. Kok ngomongnya ngaco ah…” ujarku sambil bangkit.
“Maaf dong, Bejo. Tante becanda kok…” ujar tante Winnie.
“kamu mau kemana?” tanya tante winnie.
“Mau tidur,” jawabku singkat.
“Temenein tante dong, Bejo,” pinta tante.
Aku kembali duduk dikursi di samping tante Winnie.
“Ada apa sih tante?” bertanya
“Tidak ada apa-apa kok. Cuma butuh temen ngobrol aja,” jawab tante Winnie.
“Kamu sudah punya pacar, Bejo?” tanya tante winnie.
“Belum tante. Kenapa?” aku balik bertanya.
“Kamu tuh ganteng, tinggi. Tapi kenapa belum punya pacar?”tanya tante lagi.
“Banyak sih yang ngajak jalan, tapi aku tidak mau,” jawabku.
“Apa kamu pernah berciuman dengan perempuan, Bejo?” Tante Winnie pelan sambil wajahnya didekatkan ke tanya.
Bibir kami hampir. Aku tak menjawab.
“Ni tante lagi horny sepertinya…” pikir aku.
Tanpa banyak kata, aku cium bibir tante Winnie. Tante Winniepun langsung membalas ciumanku dengan hebat. Permainan lidah dan sedotan bibir kami main mainkan.. Sementara kami segera masuk ke balik kimono tante Winnie. Lalu masuk lagi ke dalam BH-nya. Lalu ku remas-remas buah dekat dengan mesra sambil ujung jari aku memainkan puting susunya.
“Mmhh..”

Suara tante Winnie mendesah terhenti karena kami masih tetap berciuman. Tangan tante Winniepun tidak diam. Tangannya meremas kontolku dari luar celana kolorku. Kontolku langsung tegang.
“Bejo, pindah ke kamar tante, yuk?” pinta tante winnie.
“Iya tante…” jawabku. Lalu kami segera naik ke loteng ke kamar tante Winnie.
Setiba di kamar, tante Winnie dengan tak sabar segera melepas kimono dan BH serta CD-nya. Akupun segera melepaskan semua pakaian di tubuh aku.
“Ayo Bejo, tante sudah gak tahan…” ujar tante Winnie sambil senyum, lalu merebahkan tubuh di kasur.

Aku segera menindih tubuh tante Winnie. Aku cium, pindah ke pipi, leher, lalu turun ke buah depan. Aku jilat dan hisap puting susu tante Winnie sambil meremas buah dada yang satu lagi.

“Ohh.. Mmhh.. Bejoy.. Kamu pinter amat sih.. Mmhh…” desah tante Winnie sambil memegang kepala aku.
Lalu lidahku turun lagi ke perut, lalu ketika mulai turun ke selangkangan, tante Winnie segera melebarkan kaki mengangkang. Memek tante Winnie bersih tidak berbau. Bulunya hanya sedikit sehing nampak jelas belahan memeknya yang bagus. Aku segera jilati memek tante Winnie terutama bagian kelentitnya.

“Ohh.. Sayang.. Enakkhh.. Mmhh.. Terus sayang…” desah tante Winnie sambil menahan nikmat.
Tak berapa lama tiba-tiba tante Winnie mengepitkan kedua pahanya menjepit. Tangannya saat memeknya.
“Oh, Bejo.. Tante keluar.. Nikmat sekali.. Ohh…” desah tante Winnie.
Aku bangkit, mengusap mulut aku yang basah oleh air memek tante Winnie, lalu menimpakan beban dan kucium hal itu. Tante Winnie langsung
“Isep dong kontol Bejo, tante…” pintaku.
Tante Winnie mengangguk sambil tersenyum. Lalu aku kangkangi wajah tante Winnie dan ku sodorkan kontolku ke mulutnya. Tante Winnie langsung melihat dan menjilati kontolku dan mengocok dengan tangannya sambil memejamkan mata. Sangat enak rasanya.Cara menemukan dan menjilat kontolnya lebih pintar dari mama.

“Udah tante, Bejo udah pengen setubuhi tante…” kataku.
Tante Winnie melepaskan genggamannya, lalu aku arahkan kontol aku ke memeknya.
“Ayo, Bejo.. Tante sudah tidak tahan…” bisik tante Winnie.
Lalu, berkat.. sleb.. sleb.. sleb.. Kontolku keluar masuk memek tante Winnie.
“Bejo kamu pinter menyenangkan perempuan. Kamu pandai memberikan kenikmatan…” kata tante ditengah-tengah persetubuhan kami.
“Ah, biasa saja, tante…” ujarku sambil tersenyum lalu ku kecup ini.
Selang beberapa lama, tiba-tiba tante Winnie gerakannya. Kedua tangannya mendekap saya.

Baca Juga :  ABG Muda Yang melakukan Party Sex

“Bejo, terus setubuhi tante.. Mmhh.. Ohh.. Tante mau keluar.. Ohh.. Ohh. Ohh…” desahnya.
Tak lama mengejang. Pahanya erat menjepit pinggulku. Sementara akau terusnya kontolku di memek.
“Tente udah keluar, sayang…” bisik tante Winnie.
“Kamu hebat.. Kuat…” ujar tante Winnie.
“Terus setubuhi tante, Bejo.. Puaskan diri kamu…” ujarnya lagi.
Tak lama akupun mulai merasakan kalo aku akan segera orgasme. Kupertcepat gerakanku.
“Bejo mau keluar, Tante…” kataku.
“Jangan keluarkan di dalam, sayang…” pinta tante Winnie.
“Cabut dulu…” ujar tante Winnie.
“Sini tante isepin…” katanya lagi.

Aku kontolku dari memeknya, lalu aku arahkan kecabut mulutnya. Tante Winnie lalu kontolku sambil mengocoknya. Tak lama, crott.. crott.. crott.. crott.. Air maniku keluar di mulut tante Winnie banyak sekali. Aku tekan kontolku lebih dalam ke dalam mulut tante Winnie. Tante Winnie dengan tenang menelan air maniku sambil terus mengocok kontolku. Lalu dia menjilati kontolku untuk membersihkan sisa air mani di kontolku. Sangat nikmat rasanya besetubuh dengan tante Winnie.

Aku segera berpakaian. Tante Winnie juga segera mengenakan kimononya tanpa BH dan CD.
“Kamu hebat, Bejo.. Kamu bisa memuaskan tante,” ujar tante Winnie.
“Kalo tante butuh kamu lagi, kamu mau kan?” tanya tante sambil memeluk aku.
“Kapan saja tante mau, Bejo pasti kasih,” kataku sambil mengecup itu.
“Terima kasih, sayang,” ujar tante Winnie.
“Bejo kembali ke kamar ya tante? Mau tidur,” kataku.
“Iya, sana tidur,” katanya sambil meremas kontolku mesra. Kukecup sekali lagi, lalu aku segera keluar.

Besoknya, setelah Papa pergi ke kantor, mama duduk di sampingku waktu aku makan.
“Bejo, tidur kamu ngapain di kamar tante Winnie sampe subuh?” tanya mama kagetku.
Aku terdiam tak bisa berkata apa-apa. Aku sangat takut dimarahi mama. Mama tersenyum. Sambil mencium pipiku, mama berkata, “Jangan sampai yang lain tahu ya, Bejo. Mama akan jaga rahasia kalian. kamu suka tante kamu itu ya?” tanya mama. Plong rasanya perasaanku.
“Iya Bu.. Bejo suka tante Winnie,” jawabku.
“Baiklah, mama akan pura-pura tidak tahu tentang kalian…” ujar mama.
“Kalian hati-fotolah…” ujar mama lagi.
“Kenapa mama tidak marah,” tanya saya.
“Karena mama pikir kamu sudah dewasa. Bebas melakukan apapun asal mau tanggung jawab,” ujar mama.

“Terima kasih ya, Bu…” kataku.
“Bejo sayang mama,” kataku lagi.
“Bejo, tante dan Papa kamu sedang keluar.. Mau bantu mama gak?” tanya mama.
“Bantu apa, Bu?” aku balik tanya.
“Mama ingin…” ujar mama sambil mengusap kontolku.
“Bejo akan melakukan apapun buat mama…” kataku. Mama tersenyum.
“Mama tunggu di kamar ya?” kata mama. Aku mengangguk..
Sejak saat itu aku menikah dan punya 2 anak, aku tetap bersetubuh dengan tante Winnie kalau ada kesempatan. Walau sudah agak berumur tapi kecantikan dan kemolekan tubuhnya masih tetap menarik. Baik itu di rumah tante Winnie kalau tidak ada Om, di rumah aku sendiri, ataupun di hotel.

Sedangkan dengan mama, aku sudah mulai jarang menyetubuhinya atas permintaan mama sendiri dengan alasan tertentu tentunya. Dalam satu bulan hanya 2 kali. Itulah pengalaman kisah nyata aku. Aku tuliskan dengan sebenarnya.

Joker338