Cerita Dewasa Santri Di Perkosa Gaya Nungging

Posted on
MPO878

Cerita Dewasa Santri Di Perkosa Gaya Nungging – Pada saat itu Toni masih berkuliah di Jogja dan ia tinggal di belakang pondok pesantren khusus putri, dan seketika tubuh Safira menungging di kasur dan ia terlihat sedang menangis tersendu-sendu, aku melihat lekuk pantatnya yang semok dan montok dan tampak tercetak jelas beserta garis celana di dalamnya di permukaan kain jubahnya yang tertarik dengan posisi menunggingnya itu. Bahkan karena tipisnya kain jubahnya, Toni bisa melihat dengan jelas warna celana di dalamnya yang tak terbayangkan. Warna merah muda. Bajingan itu meneguk air liur untuk menyaksikan keindahan cewek asal Jepara itu.

Ampuuun Maasss.. Jangan perkosa saya Huuh huuuuhhuuu..! ratap Safira memohon-mohon dengan wajah basah bersimbah air mata. Tapi tangisan dan ratapannya hanya menambah nafsu birahi To.

Agen878

Hehehe. Aku tidak akan memperkosamu, Manis. Cuma ingin tahu bagaimana rasanya memek perawan seorang santri kayak Safira, kata Toni sambil menyingkap jubah panjang biru ke atas pinggulnya. Siswi kelas 2 madrasah Aliyah itu terpekik dan berusaha untuk menutupi auratnya sebisa mungkin tapi sia-sia. Kini terpampanglah pantat putih montoknya yang terbungkus celana dalam pink yang tipis.
Ampuuun Masss, jangann lakukan ini akuuuuu, Mas Kasihan Maasss ia hanya bisa menangis. Tapi Toni masih bisa menahan nafsu. Dia tak mau terburu-buru menikmati hidangan lezat yang terhidang di depan manya itu. Toni ingin melakukan blowjob pada tubuh Safira dulu. Kedua tangannya meremas-remas kedua bongkahan bulat pantat santri montok itu.

Jari-jarinya menelusuri Safira yang putih mulus mengkilap, sampai akhirnya jari-jari itu menyentuh permukaan cd yang mulus. Gadis itu sedikit tertarik ketika memek mungilnya yang tembam itu disukai oleh jemari lelaki. Toni menggosok-gosok dan meremas dengan gemas memek itu

Arrrgggghhhh!!!! Oooukkkhhhh. Masssss! Arrgghhttt.. henttikaaan! Misa Henttikkann! Toloooong hentikaaan Masss Jangaaan Aaarrrggghhh.! Suaranya bergetar, dan tubuh menggeliat-geliat pembohong. Tak lama kemudian Toni merasakan celana dalam gadis berjilbab lebar itu mulai basah oleh cairan memeknya yang keluar. Itu adalah tanda santri champion MTQ tersebut mulai terangsang oleh blowjob pada memeknya.

Sudaaah, sudaaah Masss Aaaakkhhhhh Safiraa tidaaak mauuu Safira memohon-mohon dengan air mata bercucuran deras di antara rasa nikmat yang melanda musiknya.
Tempik gadis berjilbab itu seperti kue apem, mungil tapi tembam membukit dengan lekuk yang masih berbentuk segaris. Begitu bersih dan mulus dengan bulu-bulu halus habis dicukur. Safira memang selalu rajin dan telaten merawat auratnya yang paling berharga sehingga tak heran jika dia merasakan memek itu begitu wangi karena dibersihkan dengan sirih.

Safira menangis tersedu-sedu sangat malu. Karena itulah pertama kali vaginanya dilihat oleh seorang lelaki. Jangankan vagina, betisnya pun tak pernah dilihat orang karena selalu tertutup rapat oleh jubah panjang. Kini Safira merasa begitu terhina, habis sudah dirinya. Habislah kehormatannya sebagai seorang santri santun nan sholehah. Memeknya bukan hanya dilihat, tapi juga sedang digarap oleh orang. Dicicipi, dinikmati, direngut kenikmatan surgawinya.

Ia berusaha menghindari ketika lidah basahnya menjilati alur pantat dan memeknya. Lidah itu mengkritik lubang anusnya yang mungil keriput, membuat nafas Safira tersengal-sengal. Tapi lidah itu begitu pembohong, mengulas dan menusuk-nusuk. Dengan tangan Toni melebarkan celah pantat indah Safira, agar lidahnya semakin leluasa menikmati lubang berak gadis itu.

Ooohh, jangaaaan Safira tersedak ketika lidah Toni mengajukan ke dalam lubang anusnya. Tanpa rasa memuji, Toni terus menjilat bahkan kemudian memanfaatkan lubang pembuangan Safira. Seolah-olah lubang berak gadis berjilbab itu makanan yang sangat lezat. Memang begitulah yang dirasakan Toni, lubang anus gadis itu memang sungguh lezat dan gurih. Karena itulah pertama kali ia merasakan lubang dubur seorang gadis berjilbab. Santri lagi. Lubang anus Safira memang berbeda dengan lubang anus gadis-gadis lain yang pernah ia cicipi, baik aroma maupun rasanya. Rasanya manis-manis asem, sedangkan aroma yang dikeluarkannya sedikit legit dan lebih harum.

Foto-Igo

Puas dengan lubang dubur, kini lidah Toni menjalar ke bawah, ke alur memek Safira yang sudah terkuak basah. Semakin lama memek itu semakin basah, tak henti-hentinya mengeluarkan cairan legit nan sedap. Tergetar-getar tubuh Safira diperlakukan sedemikian rupa. scruppp scruppppppp terdengar bunyi tembik mungil Safira disedot dan terdengar tangisan tangisan Safira meminta maaf dan panggang
.
Seluruh tubuhnya terasa mengejang, Safira berusaha bertahan tapi jebol. Rasanya cairan berkumpul di vaginanya. Tubuhnya mengejang kaku dan akhirnya menikmati surga dunia itu meledak dashyat. Dari dalam liang tempik, cairan bening kekuning-kuningan menyembur keluar dengan deras.Begitu banyak seolah tak mengalir tak habis-habisnya.
Slurrpp! Sluuurrrpp.. sluuuppp! Toni mengalirkan seluruh cairan orgasme Safira yang melekitkan keluar dengan amat rakus. Baru kali ini cairan cairan vagina perempuan yang begitu harum, lezat dan gurih. Ah, ternyata rasa cairan orgasme gadis berjilbab memang berbeda, simpulnya penuh kepuasan.

Ooohhh Massa jahaaat Huuuuhh huuuhhh..! tangis Safira terisak-isak setelah mengeluarkan orgasme pertama yang begitu dashyat hingga seluruh persendian tubuhnya lemas. Memek mungil namun tembam gadis itu tampak kemerah-merahan.
Bagaimana rasanya, Sayang? Enak kan? bisik Toni sambili menciumi pipi mulusnya yang basah oleh air mata.

Kamu bajingan! jerit Safira dengan mata merah.
Ha ha ha. Aku memang bajingan, tapi aku barusan memberimu kenikmatan tawa Toni penuh kemenangan,Tapi itu belum apa-apa.. Aku akan merasakan yang lebih nikmat lagi, memberimu pengalaman yang tak terlupakan..
Kini tubuh molek menggiurkan itu ditelentangkan di atas ranjang. Safira berusaha mempertahankan diri dengan mengatupkan kedua kali pahanya menutup rapat kedua dengan buah yang mengikat. Tapi apa dayanya menghadapi seorang lelaki yang sudah diamuk nafsu birahi. Toni merentangkan tangan ke samping kasar dan meremas di sebelah sebelah samping. Safira merintih-rintih.

Dengan mulut mulut Toni kemudianlum dan kedua puting susunya yang meruncing tegak dan masih berwarna pink.
Ooh, Misa suudaahh sudaaah MaassAarrrrggghh..!
Safira hanya bisa memohon-mohon belas kasihan dengan suara serak di antara tangisnya yang mengiba ketika Toni berusaha mengangkangkan kedua pahanya mulusnya lebar-lebar agar selangkangannya terbuka. Tapi lelaki itu sudah menempelkan ujung batang penisnya ke bibir vaginanya yang basah.

Misa Ampuun Huuuhhh jangaaaanSafira gak mau dikenthuuu, Misa.. Huuhuuuu! Safira gaaak mauuu!!! tangisnya tersedu-sedu ketika kedua pahanya yang terkangkang lebar membuat lipatan memeknya terkuak, Jangaaaan jangaaan.. Ooh, jangaan!
Aaaaaaarrrggggkkhhhhhhhhh Jangaan Maasssssss!!! jerit Safira histeris ketika merasakan sesuatu benda tumpul yang hangat perlahan menyeruak masuk ke bibir vaginanya.
Liang memek gadis itu berkedut-kedut menjepit erat batang penis Toni yang besar nan panjang, seperti menyedot-nyedot. Belum pernah rasanya mendapatkan liang memek senikmat ini.

Aaarkkhhh! Aaaarrkkhhh teriak Safira melengking setiap kali Toni menghentakkan pinggulnya menghujamkan batang kontol sedalam-dalam ke dalam liang tempiknya yang sempit. Namun setelah beberapa lama Oohhhh kentthuuu! Oohh kentthuuu! Aarrrkkhhhh!! erang Safira dengan suara yang tiba-tiba berubah sangat manja. Kedua mengarahkan yang halus mencengkram pundak Toni, sementara kedua pahanya yang mulus menjepit kuat pinggang pemerkosanya. Wajahnya yang berjilbab lebar terdongak ke atas dengan kedua mata indahnya yang tampak merem-melek, sementara dari mulutnya yang mungil terdengar desisan, rintihan, desahan, erangan tiada henti.
Ooooohhhh Sudaaahh Suddaaaah.Ohhhh, eenaaakk, oohh enaaakk Massss Ampuuuunn ohh ampun gadis ABG berjilbab itu mengerang-erang hebat merasakan nikmatnya sensasi diperkosa orang. Setiap hujaman kontol Toni ke liang memeknya, disambut gadis berjilbab yang santun dan sholehah itu dengan hentakan pinggul indahnya ke atas.

Sambil menangis, Safira naik ke atas tubuhku. Tubuhnya yang putih montok tampak begitu indah oleh keringat yang mengkilap. Pelan-pelan santri alim itu berjongkok di batang kontolku yang mengacung tegang. Ia mendesis ketika ujung kontolku yang bulat menyentuk permukaan vaginanya yang basah kuyup. Dengan air mata bercucuran deras, ia lalu membuka kedua paha mulusnya lebar-lebar hingga selangkangannya terkangkang memamerkan memek indahnya yang telah kuperawani. Jari jemarinya yang gemetar ketika meraih kontolku, mengenggamnya dan menuntunnya ke lubang vaginanya yang sudah terkuak merah basah.

Baca Juga : Cerita Dewasa Hamilin Tante Sampai Hamil

Perlahan tapi pasti batang kejantananku itu ditempelkannya tepat-tepat di bibir lubang memeknya yang nikmat itu lalu ditekan ke dalam. Bersamaan dengan itu menurunkannya semok Hingga: Bleesss bleeesss!! Batang kontolku langsung terbenam ke dalam liang senggama gadis berjilbab itu sampai setengah.

Oooh, Tuhan nikmatnya! Liang basah yang baru pecah perawan itu terasa sempit sekali. Wajah cantik berjilbab putih yang basah oleh air mata itu tampak mengernyit menahan sakit. Kedua tangan Toni mencengkram pinggulnya erat-erat, lalu menghentakkan kontol ke atas.

Ugh! keluhnya terhenti ketika seluruh batang kejantanan Toni melesat masuk ke dalam liang senggamanya. Air mata kembali meleleh di sudut mata. Indah sekali melihat wajah cantik dan manis yang masih mengenakan kerudung itu begitu mengibakan. Seumur hidup tak pernah terbayangkan pemandangan indah ini, seorang santri alim, seorang santri alim dan santun yang cantik dan anggun dengan tubuh molek berkilauan oleh keringat dan jilbab terpasang di atas duduk di atas tubuhnya dengan kontol besar nan panjang tertancap di liang vaginasi gadis .

Ooohhhh ooohhhhharrrrkkhhhh mauuu nyamppeeee Firaaaaa mauuuu nyamppeeeee, Maasss!!! Aaaaaarrrrkkhhhh!!!! gadis berjilbab itu menggerakkan pinggulnya se-jadinya, menggoyangkan pantatnya semakin cepat dan menghempaskan pinggulnya dengan kuat-kuat. Sehingga batang kontol Toni bak sepotong kayu menghujam-hujam liang senggamanya dengan keras dan deras.

Tak perlu lama Sepasang mata gadis dengan jilbab putih yang masih terpasang rapi di kepalanya itu mendelik ke atas. Wajahnya merah padam, dan mulutnya ternganga lebar. Indah ekspresi melihat wajah yang berjilbab itu merah padam untuk menikmati kenikmatan tak terlukiskan di puncak senggama.

Aaaarrkkkkhhhh keluaaarrrr.! Akuuuuuuuuuu keeeluuuuuuaaaaarrrrrr. Arrrggghkkkhh nikmaaaattttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt!!! Raungnya histeris dan menggerakan pinggul menjadi-jadi. Toni merasakan batang kontolnya laksanakan dalam mesin penggiring. Dan seeeerrrr seeeerrrseeerrr cairan vagina Safira muncrat mengalir deras ke batang kontolnya. Terasa hangat dan lengket.

Hampir magrib persetubuhan nikmat itu baru berakhir. Toni membantu gadis itu memakai kembali bra dan celana dalam serta jubah panjangnya. Agak terkangkang-kangkang Safira berjalan pulang ke asramanya. Kegadisannya sudah hilang, hancur berkeping-keping tapi harus diakui juga jika menikmati kenikmatan yang luar biasa selama tiga jam lebih oleh pemuda mulaidal itu.

Joker338