Foto-Igo

Cerita Dewasa Tubuhku Diperkosa Cleaning Service

Posted on
Mpo878

Cerita Dewasa Tubuhku Diperkosa Cleaning Service – Saat aku bekerja di sekolah ini bersama dengan Dol, kami hidup dengan sering berpindah-pindah tempo, kami selalu bekerja sebagai cleaning service. Walaupun kami tidak dibayar dengan mahal, tapi kami selalu punya kebebasan untuk tinggal di lingkungan sekolah tempat kami bekerja. Di antara gadis-gadis di sekolah tempatku bekerja, ada salah seorang yang paling menonjol. Aku sangat bahagia dengannya. Karena memang dia cantik, lincah dan aktif dalam kegiatan sekolah, sehingga akupun sering melihat dia mondar-mandir di sekolahan ini. RATRI namanya.

Postur tubuh besar, wajahnya cantik dan manis, kulitnya putih bersih serta wangi selalu, lurus lurus panjang sepunggung dan selalu diurai . Penampilannyapun modis sekali, seragam sekolah yang dikenakannya selalu berukuran ketat, seragam rok abu-abunya berpodolgan sejengkal di atas lutut sehingga pahanya yang putih mulus itu terlihat, ukuran roknyapun ketat sekali membuat pantatnya yang sekal itu terlihat, sampai-sampai garis celana di dalamnyapun terlihat jelas lewati kaos dan pantatnya, jangan lupa kaki putih selalu untuk menutupi betisnya yang putih mulus itu.

Agen878

Tidak bisa kupungkiri lagi aku tengah jatuh cinta kepadanya. Namun perasaan cintaku kepada Ratri lebih didominasi oleh nafsu seks semata. Gairahku memuncak apabila aku memandanginya atau berpapasan dengannya di saat aku tengah bekerja di sekolah ini. Ingin aku segera meyetubuhinya. Banyak sudah WTS-WTS kunikmati akan tetapi belum aku menikmati gadis perawan muda yang pernah cantik dan seksi seperti Ratri ini. Aku ingin mendapatkan kepuasan itu bersama dengan Ratri. Informasi demi informasi kukumpulkan dari orang-orang di sekolah itu, dari penjaga sekolah, dari tukang parkir, dari karyawan sekoah.

Dari merekalah aku mengetahui nama gadis itu. Dan dari orang-orang itupun aku tahu bahwa gadis yang bernama lengkap Ratri ********* (nama kusamarkan) adalah seorang siswi yang duduk di kelas 3 SMA, umurnya baru 18 tahun. Beberapa saat yang lalu dia merayakan hari ulang tahunnya yang ke-18 di kantin sekolah ini bersama teman-teman sekelasnya. Diapun termasuk siswi yang berprestasi, aktif dalam kegiatan OSIS di sekolah ini. Dan yang informasi terakhir yang kudapat bahwa dia ternyata adalah salah seorang murid yang akan diberangkatkan ke luar negeri, bulan depan dalam rangka pertukaran pelajar antar SMA.

Kini di saat sekolah telah sepi, salah satu dari gadis-gadis anggota OSIS tadi tengah merintih-rintih dihadapanku. Dia adalah gadis yang terakhir kali masih tersisa didalam sekolah ini, yang sedang asyik bercanda dengan teman-temannya melalui HP, semetara yang telah meninggalkan halaman sekolah. Beberapa menit lalu melalui sebuah peraturan yang tidak aku berhasil dengan mudah, kedua melakukan kuikat dengan kencang ke belakang tubuh, seimbang dan mulutkusumpal dengan kain gombal. Setelah itu kuseret ke masa olahraga yang berada di bagian belakang bangunan sekolah ini.

Tidak salah lagi gadis itu adalah Ratri, gadis cantik sang primadona sekolah ini yang telah lama kuincar. Aku sangat berhati-hati dengan kebiasaannya yaitu menunggu penjemputan supirnya dikala selesai rapat OSIS dan sang supir selalu terlambat datang setengah jam dari jam bubaran rapat. Sehingga paling akhir meninggalkan halaman sekolah. Kini dia meringkuk dihadapanku, dengan tangisannya yang teredam oleh kain gombal yang kusumpal di mulutnya. dia memohon-mohon sesuatu padaku, apa peduliku, tapi air mata yang mengalir deras di wajah yang cantik itu. mengikat untuk melihat dia meronta-ronta mencoba melepaskan tali tambang yang mengikat erat kedua dilakukan, namun sia-sia saja, mengikat erat dengan simpul simpul.Posisinya kini bersujud dihadapanku, tangisannya kian lama kian memilukan,

Kutatap tajam dan kupandangi tubuh gadis cantik itu, indah tubuhnya, kulitnya putih bersih, pantatnya sekal berisi. Kunikmati rintihan dan tangis gadis cantik yang dilanda ketakutan itu, bagai seseorang yang menikmati alunan musik di dalam ruangan sepi. Suara tangisnya yang teredam itu memecahkan kesunyian massal olahraga di sekolah tua ini. mengikat dia meronta-ronta untuk melepaskan tali yang mengikat kedua oleh itu. Lama-keras tangisan tubuh mulai melemah, isaknya lagi tidak lagi se tadi dan sekarang dia sudah tidak mungkin lagi meronta-ronta mungkin telah habis setelah itu hanya setelah itu meraung-raung dengan mulut yang berhenti. dalam hati dia menyesali, mengapa Pak Jos supirnya selalu terlambat menemuinya,kenapa tadi tidak menumpang sahabat karibnya yang tadi mengajaknya pulang bareng, kenapa tadi tidak langsung keluar dari lingkungan sekolah di saat latihan usai, malah asyik melalui HP bercanda ria dengan sahabatnya yang lain. Yah, semua terlambat untuk disesali pikirnya, dan saat ini sesuatu yang akan terjadi pada dirinya.

foto-igo.com

“Beres Gol, pintu pagar depan sudah gue tutup dan gembok” terdengar suara dari seseorang yang tengah memasuki massal. Ternyata Dol dengan langkah gontai dia menutup pintu agak massal yang mulai gelap ini.
“OK sip, gue udah beresin nih anak, tinggal kita pake aja” ujarku kepada Dol sambil tersenyum.​

kebetulan malam ini Pak Marijan sang penjaga sekolah beserta keluarganya yang tinggal di dalam lingkungan sekolah ini sedang pulang kampung, baru besok lusa mereka kembali ke sekolah ini. Mereka langsung mempercayakan kepada kami untuk menjaga sekolah ini selama mereka pergi. Maka tinggallah kami berdua bersama Ratri yang masih berada didalam sekolah ini. Pintu gerbang sekolah telah kami rantai dan kami gembok sehingga orang-orang yang menyangka pastilah tidak ada aktifitas atau orang lagi didalam gedung ini. Pak Jos sang sopir yang menemui Ratri pastilah menciptakan bahwa Ratri telah pulang, setelah melihat keadaan sekolah itu.

Kupandang lagi tubuh Ratri yang lunglai itu, bergetar karena rasa takut yang teramat sangat didalam dirinya. Hujanpun mulai turun, ruangan di dalam massal semakin gelap gulita angin dinginpun masuk ke dalam itu, Membangkitkan satu buah lampu TL yang bertahan kami, sehingga cukup di sekitar kami saja. lahirkan kubuka bajuku satu per satu, hingga akhirnya aku telanjang bulat. Batangku telah lama berereksi semenjak meringkus Ratri di teras sekolah tadi.

“Gue dulu ya” ujarku ke Dol.
“Ok boss” balas Dol sambil berjalan meninggalkan aku keluar massal
.
Kudekati tubuh Ratri yang tergolek dilantai, kuraba-raba gadis itu, kurasakan detak jantungnya yang berdebar keras, kemudian turun ke bagian pantat yang sekal itu, kuusap-usap pantatnya dengan lembut, kurasakan lembut dan pantatnya kutepok-tepok. Badan Ratri kembali kurasakan bergetar, tangisnya terdengar kembali, sepertinya dia memohon sesuatu, tetapi karena mulut tersumbat suaranyapun tidak jelas dan aku tidak memperdulikannya. Dari bawah pantat kita turun ke daerah lututnya dan kemudian masuk ke dalam roknya serta naik ke bagian atas pahanya.Kurasakan lembut dan mulus sekali paha Ratri ini, kuusap-usap terus menuju ke atas hingga kebagian pangkal pahanya yang masih ditutup oleh celana dalam. Karena sudah tidak tahan lagi, kemudian posisikan tubuh Ratri kembali bersujud, dengan menempelkan kepala dilantai, dengan bertumpu pada punggung kedua. Aku singkapkan rok seragam abu-abu SMUnya sampai sepinggang.

“Waw indah nian gadis ini” gumamku sambil melotot paha dan pantat sekal gadis ini.
Kemudian aku lucuti di dalamnya yang berwarna putih itu, terlihatlah celana di pantat gadis ini yang putih bersih. Sementara Ratri terus menagis kini aku memposisikan diri untuk menghadap ke pantat gadis itu, kurentangkan kedua kaki untuk melebarkan sedikit. Dengan jari tengahku, aku coba meraba-raba selangkangan gadis ini. Di saat jari tengahku menempel pada bagian tubuhnya yang paling pribadi itu, tiba-tiba tubuh gadis ini mengejang. Mungkin saat ini pertama kali disentuh oleh tangan seorang lelaki. Di saat kudapatkan video video kemudian dengan jariku itu, aku korek-korek lubang lubangnya.Dengan maksud agar keluar sedikit cairan kewanitaannya dari lubang lubangnya itu. Tubuhnya seketika itu menggeliat-geliat di saat kukorek-korek lubang lubangnya, suara desahan-desahanpun terdengar dari mulut Ratri, tidak lama kemudian mulai basah oleh cairan yang dikeluarkan dari lubang vaginanya. Setelah itu dengan segera kucabut jari tengahku dan kubimbing batangku dengan tangan kiriku ke arah bibir bibir vagina Ratri. Pertama yang aku pakai adalah gaya misionaris, ini adalah gaya favoritku. Dan…

“Hmmmpphhhh” terdengar rintihan dari mulut Ratri di saat kulesakkan batang kuleskan ke bibir vaginanya.
​ Dengan tenaga aku mulai mendorong-dorong batang videoku masuk ke lubang lubang. Rasanya sangat rahasia sekali, karena sempitnya lubang itu dengan gadis perawan ini. Aku berusaha terus melesakkan batangku kelubang kejadiannya dengan bantuan kedua kami yang mencengkram erat pinggulnya. Kulihat badan Ratri mengejang, kepala mendongak ke atas dan menggeliat-geliat. Aku tahu saat ini tengah merasakan sakit dan pedih yang tiada taranya. Keringat terus mengucur deras mengikuti baju seragam sekolahnya, namun harum wangi parfumnya masih terus tercium, aroma segarnya Ratri saat itu, rintihan-rintihan terdengar dari mulut yang masih tersumpal itu.Dan akhirnya setelah itu aku terus melesakkan batangku, kini bobol sudah lubang Ratri. Aku telah berhasil menanamkan seluruh batang videoku kedalam lubang vaginanya. Kurasakan kehangatan disekujur batang videoku, dinding vagina Ratri terasanyut-denyut seperti mengurut-urutan batang videoku. Sejenak kudiamkan batang videoku tertanam didalam lubang vaginanya, kunikmati dindingan-demi denyutan vagina Ratri yang mencengkram erat batang videoku. Selanjutnya kurasakan seperti ada cairan mengucur mengaliri batang air ku dan kemudian menetes-netes.

“Ah, ternyata itu darah, berarti aku telah merenggut keperawanan dari gadis cantik ini.” batinku.
​ Sementara itu kepala Ratri kembali tertunduk dilantai, desah nafasnya terdengar keras, kepala melemas. Setelah itu, saya mulaikan gameku didalam lubang vaginanya. Kedua tangan yang mencengkram erat pinggulnya juga membantu memaju mundurkan tubuhnya. Badan Ratri kembali tegang, rintihan terdengar kembali. Semakin lama aku mendorong gerakanku, hingga tubuh Ratri tersodok-sodok dengan cepat, tubuh juga menggeliat-geliat. Raut mukanya dilihat-ringis akibat rasa sakit diselangkangannya. Hujanpun mulai turun dengan deras dan saya ingin menikmati rintihan-rintihan dari gadis ini.Sementara aku terus menyodok-nyodok dari belakang, aku putuskan untuk membuka gombal yang sedari tadi membekap mulutnya. Dan…

“Aakkk…akkkhh…oohh…ooh…iihh…oohh…” suara erangan Ratri kini terdengar, kunikmati suara-suara itu sebagai penghantar diriku yang tengah menyetubuhi gadis ini.
​ Suaranya menggema di seluruh massa olahraga ini, namun masih tertelan oleh suara derasnya hujan diluar . Ratri semakin kepayahan, tubuhnya melemah namun aku masih terus menggenjotnya, gerakanku semakin cepat. Bosan dengan posisi itu aku cabut darahku dari lubang vaginanya dan berceceran selangkangannya dan videoku. Sejenak Ratri mendesahkan nafas lega, kubalik tubuhnya, dan kini posisi dia terlentang. Setelah itu kurentangkan kedua kakinya dan kulipat hingga kedua pahanya dari depan. Kulihat jelas gadis ini, indah sekali.Bulu-bulunya yang masih jarang tumbuh disekitar bibir teman-temannya.

“Ohh…jangan mas…ampunt…ooohh sakit…mas” terdengar Ratri merintih pelan memohon belas kasihan mengagumiku.
Dengan bertumpu pada tubuh Ratri itu. Kembali aku benamkan batang videoku didalam lubang vaginanya.

Ratri terpekik matanya terpejam, roman mukanya kembali dilihat dikala aku menanamkan batang tubuh ku kedalam lubang celahnya.
​ Setelah aku kembalikan tubuhku, menggenjot tubuh Ratri. Batangku dengan gaharnya mengaduk aduk, menyodok-nyodok lubangnya. Tubuh Ratri kembali tersodok-sodok. mendekati kuputar-putar pinggulku, yang membuat tubuh Ratri kembali kelojotan, dari bibir Ratri terdengar desahan-desahan halus

“Ohh…engghh…oohh…ohhh…oohh”
Setelah beberapa menit memperhatikan dengan aku menyetubuhinya, aku merasakan diriku akan berejakulasi. Segera kupeluk kepalanya dan kucengkram erat dengan kedua tanganku setelah itu irama gerakanku kupercepat.

“Aakkhhh…” akupun menejan, mengeraskan.
​ croot …croottt…croott… akupun berejakulasi, kusemprotkan spermaku didalam rahimnya. Banyak sperma yang kukeluarkan menyirami liang vaginanya hingga meluber meneteskan air ke pahanya. Kulihat raut muka Ratri saat itu tampak panik, sinar mata menunjukkan kekalahan dan kepedihan. Dengan senang mengatakan dia memandangiku di saat aku mengejan menyemprotkan spermaku yang terakhir. Ahh nikmat sekali gadis ini, baru kali ini aku merengut keperawanan seorang gadis kota yang cantik. Setelah itu akupun merebahkan tubuhku yang menindih yang lemah, sambil mengatur nafasku.Tubuhku berguncang-guncang akibat dari isakan-isakan tangisnya serta nafasnya yang tersengal-sengal, sementara itu kubiarkan yang tertanam didalam lubang rekaman itu. Kubelai-belai Perhatian, kukecup-kecup pipi dan suka. Terasa lembut sekali ini, kumainkan lidahku mulutnya didalam, aku bercumbu mesra dengan Ratri. Dia hanya terisak-isak dengan nafas yang terus tersengal-sengal. Akhirnya kusudahi permainanku ini, bangkit sambil memainkan permainanku.

“Ouugghhhh…” Ratri merintih panjang saat kutarik videoku keluar dari lubang vaginanya.
​ Kulihat diselangkangannya telah penuh dengan cairan-cairan kental dan darah penuh dengan cairan bulu-bulunya. Tak kusadari Dol ternyata telah berdiri didekatku, dan kita menunggu dengan sabar, tubuh yang kekar dan tinggi itu tampak semakin sangar dengan banyak gambar-gambar tatto yang sekujur dada dan lengannya. Dengan rasa toleransi sebagai seorang sahabat, akupun menyingkir dari tubuh Ratri yang tergolek lemas dilantai. Aku ambil jarak beberapa meter dari tubuh Ratri kemudian aku kembali bahkan tubuhku. Dengan tiduran terlentang dilantai aku menggali kembali rasa nikmatku setelah melampiaskan nafsuku ke Ratri tadi.Sedang asyik-asyiknya aku istirahat, terdengar olehku bunyi sesuatu, srett…sreettt…sreett…brett… diikuti oleh isak tangis Ratri yang terdengar kembali. Setelah kuperhatikan, oh ternyata Dol dengan sebuah pisau ditangannya tengah sibuk merobek-robek baju seragam Ratri. Dengan kasarnya Dol mencabik-cabik baju seragam putih Ratri, termasuk BH putih yang dikenalkannya. Dan akhirnya kini badan Ratri telah lahir, kedua buah payudaranya yang putih mulus namun tidak begitu besar kini terpampang dengan jelas. juga rok abu-abu yang melilit dipinggangnya setelah kusingkap tadi dirobek-robeknya, hanya sepasang kaos kaki putih setinggi betisnya serta sepatu kets masih dikenakannya.

“Ouuhh…ammpuunn…mas…ampun…” suara Ratri terdengar memohon ampun ke Dol yang sepertinya tengah kalap kemasukan setan.
​ Setelah itu dengan kain gombal yang tadi menyumpal mulut Ratri, Dol membersihkan daerah selangkangan Ratri. Dengan sedikit kasar Dol mengusap-usap selangkangan Ratri sampai-sampai tubuh Ratri menggeliat-geliat. Akupun kembali ke tubuhku dan mengatur mengatur nafasku.Sementara itu hujan diluar mulai reda, namun angin berhembus masuk ke dalam dingin tempat-tempat berkumpul Ratri ini. Tiba-tiba semenit kemudian dikala aku sedang rebahan, terdengar olehku jerit Ratri yang memilukan


Aaakkhhhhh terbangun, dari asal suara itu. Ternyata Dol tengah menyodomi Ratri. Posisi Ratri kembali bersujud dengan mendongak ke atas, bola mata terbelalak, wajah cantiknya terlihat miris sekali, mulutnya besarnga membentuk huruf “O” dan Dol berada di belakang tengah asyik berolahraga yang itu ke dalam lubang anus Ratri.

“Aakkhh…”
​ Dolpun mendesah lepas tatkala dia berhasil menanam batang minumannya di lubang anus Ratri. Setelah itu lubang anus Ratri dihujani sodokan-sodokan batang video Dol, Dol lakukan dengan gerakan yang cepat dan kasar sampai-sampai tubuh Ratri terdorong-dorong dan tersodok-sodok dengan keras.Tidak ada suara rintihan lagi yang keluar dari mulut Ratri mungkin karena suara terputus ditenggorokannya karena menahan rasa sakit yang dideritanya, tetapi akan tetapi tubuhnya masih kaku menegang, raut mukanya kini melihat-ringis, masih saja menganga terbuka. Rasa sakit dan pedih melanda kembali dirinya yang tengah disodomi oleh Dol.

ini aku kembali terangsang, nafsu birahiku kembali memuncak. Aku bangkit dari rebahanku mendekati mereka berdua. Kemaluanku kembali ereksi melihat keadaan Ratri yang tengah menderita. Kuamati wajahnya dari dekat dan dia masih terlihat, keringatpun mengucur deras saat wajah cantiknya terlihat. Aku dengan posisi ayak berada didepan wajah Ratri, yang masih mendongak, sementara itu seluruh tubuh terus tersodok-sodok karena ulah Dol yang menggenjotnya dari belakang. Kini aku dan Dol berhadap-hadapan sementara Ratri berada ditengah-tengah kami. Dolpun menemukan genjotannya untuk memberikan kesempatan pada memposisikan diri. Kuraih batang membuktikanku yang telah berdiri tegak, dan kujejalkan kemulut Ratri yang masih menganga itu.

Baca Juga :  Cerita Sex Adik Istriku Doyan Di Manjain

Ah, rasa dingin dan basah sekujur batang tatkala tatkala masuk didalam rongga mulut Ratri. Nikmat rasanya, juga kurasakan mulut dan pikiran itu kembali ke batang tubuhku.Setelah itu Dol menggenjot tubuh Ratri dari belakang. Kulirik mata Ratri menjadi sayu, nafasnya tersengal-sengal, aku hanya berdiri santai saja, karena tubuh Ratri yang bergerak-gerak maju mundur sebagai akibat sodokan-sodokan Dol yang tengah mulai menyodominya kembali dari belakang. Kubelai-belai gambar yang indah, sambil kutatap wajah dan tubuh. karena tubuh Ratri yang bergerak-gerak maju mundur sebagai akibat sodokan-sodokan Dol yang tengah mulai menyodominya kembali dari belakang. Kubelai-belai gambar yang indah, sambil kutatap wajah dan tubuh.karena tubuh Ratri yang bergerak-gerak maju mundur sebagai akibat sodokan-sodokan Dol yang tengah mulai menyodominya kembali dari belakang. Kubelai-belai gambar yang indah, sambil kutatap wajah dan tubuh.

“Ahh…ahh…ah…“
​ Nikmat sekali rasanya mulut gadis ini, sambil memejamkan mata merasakan kenikmatan di sekujur batangku yang tengah dikulum keluar mulut Ratri.

Tidak lama kemudian, Dol semakin cepat menggenjot, mengarahkan lubang anus Ratri, tubuh semakin mengeluarkan keringat, dia sepertinya akan benar-benar saja, tampak menggelinjang dan menegang, dari mulut keluar pekikan kecil yang disusul oleh desahan yang penuh dengan kepuasan. Dolpun berejakulasi di lubang pantat Ratri. Setelah itu badan Dolpun ambruk disamping badan Ratri.

Akan tetapi posisiku masih tetap seperti semula, musikku masih tertanam dimulut Ratri. Dengan kedua tangan kuraih kepala Ratri, kini dengan gerakan tangan Ratri ku maju-mundurkan. Ah, nikmat rasanya, videoku seperti dipijit-pijit dengan mulut Ratri, bibir sensuali batangku, memberi rasa nikmat tersendiri, kurasakan pula lidahnya menggelitik kepala batang tubuhku, ah nikmatnya penuh sensasi. Setelah cukup lama menikmatinya, tiba-tiba kembali saya akan berejakulasi, maka kugerakkan kepalanya semakin cepat untuk mengulum batang batangku. Dan, akupun berejakulasi didalam, spermaku meman mulut Ratri keluar dari mulut hingga tenggorokan sampai-sampai meleleh keluar dari mulut. Rasa nikmat yang tiada taranya kembali melanda sekujur tubuhku.Kucabut batang dariku dariku dari mulutnya, mulutnya dan Ratri terbatuk-batuk sepeti akan muntah, samar-samar terlihat mulutnya penuh dengan cairan lendir kental sampai mulutnya terlihat mengkilat karena belepotan cairan sperma. Wajahnya yang lesu dan lesu melihatku dengan mata sayu penuh dengan keputusasaan serta air mata yang kembali meleleh. Kemudian dia terjatuh lunglai dilantai, hanya suara nafasnya yang terdengar menderu-deru tersengal-sengal dan isakan-isakan tangisnya.

Aku kembali merebahkan tubuhku disamping Ratri, akhirnya akupun tertidur. Tidak lama melihat aku, dan kemudian terjaga setelah kembaliku menangkap suara erangan-erangan dan rintihan-rintihan. Setelah aku bangun ternyata Dol tengah menyetubuhi Ratri, tubuh Ratri yang hanya mengenakan kaos kaki dan sepatu kets yang ditiduri oleh Dol. Dengan garangnya Dol menggenjot tubuh Ratri, iramanya cepat dan kasar sekali, tubuh lemah Ratri kembali terguncang-guncang. Kini muncul roman muka Ratri telah lunglai hampir pingsan, beberapa saat yang lalu masih kudengar suara rintihan lemah yang keluar dari mulut Ratri namun kini suara itu hilang sama sekali. Tidak lama kemudian Dolpun berejakulasi, kembali rahim Ratri disiram dan dipenuhi cairan sperma.Ratri tampak tidak sadarkan diri dan pingsan. Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, 4 jam kami memperkosa Ratri. Kini tibalah waktu kami untuk mengangkat kaki, setelah kami berpakaian rapi kemudian kami mengangkat tubuh Ratri dari ruang aula menuju ke sebuah gudang di bagian paling belakang sekolah ini. Kami rebahkan gadis cantik primadona sekolah disana. Disisinya kami tebarkan baju seragam sekolah, tasnya serta HP milik yang sedari tadi terus berbunyi.Kini gadis cantik itu, terkulai pingsan di gudang yang kotor, badan dipenuhi cairan-cairan sperma yang mulai mengering, juga darah yang menetes dari lubang pantatnya sebagai akibat disodomi oleh Dol tadi. Kemaluannyapun terlihat memerah dan membengkak. Puas kami memperkosanya.Tepat pukul 22.15 setelah kami menghilangkan jejak kami, kami pun pergi meninggalkan gedung sekolah negeri ini,

Joker338