Cerita Sex Aroma Khas Tubuh Melda

Posted on
MPO878

Cerita Sex Aroma Khas Tubuh Melda – Pada awal ketika aku melihat sebuah lubang dan aku mulai menutupinya dengan sebuah kertas putih.., namun setelah aku melihat gadis manis itu kost di sebelah kamarku, maka kertas putih itu aku lepas, sehingga aku dapat bebas dan jelas apa yang terjadi pada kamar di sebelahku itu. Suatu malam aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku dibuka, lalu aku biasanya naik ke atas meja untuk mengintip. Ternyata gadis itu baru pulang dari sekolahnya.., tapi kok sampai larut malam begini bertanya dalam hati.Gadis manis yang belakangan diketahui diketahui yaitu Melda, menikmati kemudian mencopot sepatunya kemudian mengambil segelas air putih dan meminumnya., akhirnya dia duduk di kursi sambil menghadap ke depan mengangkat tempat aku melangkah. Melda sama sekali tidak bisa melihat ke arahku karena lampu kamarku telah kumatikan sehingga malah aku yang dapat dengan bebas melihat ke dalam kamarnya.

Pada posisi kaki yang diangkat di atas kursi, terlihat jelas celana di dalamnya yang putih dengan gundukan kecil di tengahnya.., lalu tiba-tiba penisku yang berada dalam celanaku otomatis mulai ereksi. Mataku mulai melotot melihat keindahan yang tiada duanya, apalagi ketika Melda lalu bangkit dari kursi dan mulai melepaskan baju dan rok sekolahnya sehingga kini tinggal BH dan celana di dalamnya. Sebentar dia memperhatikan tubuhnya yang ramping putih dan mulai meluncur pada payudaranya yang ternyata masih kecil. Diusapnya payudaranya dengan lembut. Dipuntirnya pelaning susunya sambil memejamkan mata, mulai merasakan nikmat, lalu tangan meluncur ke bawah, ke celana dalamnya digosok dengan pelan, mulai masuk ke celananya dan bermain lama.

Agen878

Aku bergetar melihatnya, sedangkan penisku sudah sangat tegang sekali. Lalu Melda mulai melepaskan celana dalamnya dan., Woww, belum ada bulunya sama sekali, sebuah vagina yang menggunduk seperti gunung kecil yang tak mengelola administrasi. Ohh, begitu indah, begitu mempesona. Lalu Melda naik ke tempat tidur, menelungkup dan menggoyangkan pantatnya seperti sedang bersetubuh. Melda menggoyang pantatnya ke kiri, ke kanan.., naik dan turun., nikmati kenikmatan yang ingin dia rasakan, tapi lama Melda bergoyang, ternyata belum tercapai, Lalu dia bangkit dan menuju kursi dan ditempelkannya vaginanya di ujung kursi sambil digoyang dan digerakkan maju mundur . aku yang menyaksikan semua itu betul- betul sudah tidak tahan lagi.

Penisku sudah sangat mengeras dan tegang luar biasa, lalu kubuka celana dalamku dan sekarang penisku bebas bangun lebih gagah, lebih besar lagi ereksinya melihat vagina si Melda yang sedang terangsang itu. Lalu aku mengintip lagi dan sekarang Melda tampak sedang menempelkan vaginanya yang bahenol itu di ujung meja belajarnya.

Kini gerakannya maju mundur sambil menekannya dengan kuat, lama dia melakukan seperti itu.., dan tiba-tiba dia melenguh, “Ahh.., ahh.., ahh”, berharap dia mencapai kenikmatan yang dicari-carinya. Setelah selesai, dia lalu masalah di tempat tidurnya dengan nafas yang tersengal-sengal. Kini posisinya tepat berada di depan pandanganku. Kulihat vaginanya yang berubah warna menjadi agak merah-merahan karena digesek terus dengan ujung kursi dan meja. Terlihat jelas pada vaginanya yang menggembung kecil apem yang ingin rasanya seperti kutelan, kulumat habis.., dan tanpa terasa tanganku mulai menekan biji penisku dan kukocok penisku yang sedang dalam posisi “ON”.

Kuambil sedikit krim pembersih muka dan kuoleskan pada kepala penisku, lalu kukocok terus, kukocok naik turun dan, “Akhh”, aku mengeluh ketika air maniku muncrat ke tembok mataku tetap mengungkapkan pada vagina Melda yang masih telentang di tempat tidurnya. Nikmat sekali rasanya onani sambil menyaksikan Melda yang masih telanjang. Kuintip lagi pada lubang angin, dan ternyata dia ketiduran, mungkin capai dan lelah. Esok setiap hari aku bangun kesiangan, lalu aku mandi dan buru-buru berangkat ke kantor. Di kantor seperti biasa banyak kerja yang menumpuk dan rasanya sampai jam sembilan malam aku baru selesai. Meja kubereskan, komputer kumatikan dan aku pulang naik taksi dan sekitar jam sepuluh aku sampai ke tempat kostku.Setelah makan malam tadi di jalanan, aku masih membuka kulkas dan meminum bir dingin yang tinggal dua botol.

foto-igo.com

Aku duduk dan menonton TV, ku-stel volumenya cukup pelan. Aku memang orang yang tidak suka berisi, dalam bicarapun aku senang suara pelan, kalau ada wanita di kantorku yang bersuara keras, aku langsung menghindar, aku tidak suka. Acara TV jangan ada yang bagus, lalu kuingat kamar sebelahku, Melda.., yang tadi malam telah kusaksikan segalanya yang membuat aku sangat ingin memilikinya. Aku ingin naik ke tempat biasa dan mulai melangkah ke kamar sebelah. Melda yang sangat cantik itu tengah tidur di kasurnya, nafasnya yang teratur naik turun menandakan bahwa dia sedang tidur pulas. Tiba-tiba nafsu jahilku timbul, dan segera kuganti celana panjangku dengan celana pendek dan dalam celana pendek itu aku tidak memakai celana dalam lagi, aku sudah nekat,kamar kostku kutinggalkan dan aku pura-pura duduk di luar kamar sambil merokok sebatang ji sam su. KARTUKARTU Setelah melihat situasinya aman dan tidak ada lagi orang, ternyata pintunya tidak di kunci, mungkin dia lupa atau memang sudah melihat sekali, jadi dia tidak lagi memikirkan tentang kunci.

Cerita Seks – Dengan berjingkat, aku masuk ke kamarnya dan pintu langsung kukunci dari dalam, kuhampiri tempat tidurnya, lalu aku duduk di tempat tidurnya memandangi wajah yang mungil dan, “Alaamaak”, Melda memakai daster yang tipis, daster yang tembus pandang sehingga celana di sekarang berwarna merah muda yang sangat jelas terbayang di hadapanku. “Ohh.., glekk”, aku menelan ludah sendiri dan repotnya, penisku langsung tegang sempurna sehingga keluar dari celana pendekku. Kulihat wajahnya, besar matanya, alisnya yang tebal, dan hidungnya yang mancung agak sedikit menekuk tanda tanda gadis ini memiliki nafsu dalam seks, itu memang rahasia lelaki bagi yang tahu. Ingin rasanya aku langsung menubruk dan mejebloskan penisku ke dalam vaginanya, tapi aku tidak mau ceroboh seperti itu.Setelah saya yakin bahwa Melda benar-benar sudah pulas,

Pelan-pelan mataku masih tertutup pada vaginanya yang itu, aku diam sebentar takut kalau kalau Melda bangun, aku bisa kena malu, tapi ternyata Melda benar-benar benar pulas, lalu aku mulai menyibak celana di dalamnya dan melihatnya yang mungil, lucu , menggembung , seperti kue apem yang ujungnya ditempeli sebuah kacang. “Huaa”, aku merinding dan gemetar, kumainkan jariku di pinggiran vaginanya, kuputar terus, kugesek pelan, sekali-sekali kumasukkan jariku pada lubang kecil yang betul-betul indah, bulunyapun masih tipis dan lembut. Penisku rasanya bikin ereksi berat, aku mendesah lembut. Ahh, indahnya kau Melda, ukuran kuingin memilikimu, aku cintamu, cintaku langsung hanya untukmu.Oh, entah bagaimana bagaimana Melda bergerak, kapan dia akan segera bergerak tanpa sadar,

Lalu dengan nekatnya kuturunkan celana dalamnya perlahan tanpa bunyi, pelan, pelan, dan lepaslah celana dalam tidak tepat, kemudian kulepas dari kakinya sehingga kini melda benar-benar bulat. Luar biasa, indah sekali bentuk, dari kaki sampai wajah kutatap tak berkedip. Payudaranya yang masih berupa puting itu sangat indah sekali. Akh, sangat luar biasa, pelan-pelan kutempelkan pada vaginanya yang merekah bak bunga mawar, kuhirup aroma wanginya yang khas. Oh, aku benar-benar tidak tahan, lalu lidahku kumainkan di sekitar vaginanya. Aku memang terkenal sebagai si pandai lidah, karena setiap wanita yang sudah pernah mengalami lidahku atau jilatanku pasti akan ketagihan, aku memang jago memainkan lidah, maka aku berlatih pada vagina si Melda ini.Lereng gunung vaginanya kusapu dengan lidahku,

Kemudian gua kecil itu kucolok lembut dengan lidahku yang sengaja kuulur panjang, aku usap terus, kujelajahi gua indahnya sehingga lama-kelamaan gua itu mulai basah, lembab dan panas. Oh, nikmatnya air itu, aroma yang khas membuat terkejet-kejet, penisku sudah tidak sabar lagi, tapi aku masih takut kalau kalau Melda membangun bisa runyam nanti, tapi desakan kuat pada penisku sudah sangat besar. Nafasku benar-karuan, tapi memang biasa saja tidak tidurnya.-Akupun lebih bersemangat lagi, sekarang semua kemampuan kupraktekan saat ini, luar biasa, vagina yang mungil, vagina yang indah, vagina yang basah. Rasanya sudah siap menanti tibanya senjataku yang berontak untuk video gua indah misterius yang ditumbuhi rumput milik Melda, namun kutahan sebentar lagi,

Sayang Melda seks sadar pulas, andaikata Melda dapat merasakan dalam keadaan luar biasa, tapi walaupun sedang dalam keadaan psiko yang berjalan alami dan sangat luar biasa, itu pasti terbawa dalam mimpinya, itu pasti dan pasti, walaupun yang dirasakan sekarang hanya sekitar 25%, Buktinya dengan nafasnya yang mulai tersengal dan tidak teratur serta vaginanya yang sudah basah, itu menandakan faktor psiko itu sudah bekerja dengan baik. Sehingga nikmat yang luar biasa itu masih dapat dirasakan seperempatnya dari keseluruhannya jika saat tidak sadar.

Akhirnya Karena kupikir sudah cukup terasa rasanya lidahku bermain di vaginanya, maka pada klitorisnya yang mulai memerah karena nafsu, basah dan hangat pada vaginanya membuat penisku bergerak sendiri otomatis seperti mencari-cari lubang gua dari titik nikmat yang ada di vaginanya. Dan ketika penisku dirasa sudah cukup bermain di daerah istimewanya, maka dengan hati-hati namun pasti penisku kumasukan perlahan-lahan ke dalam vaginanya.., pelan, pelan dan, “sleepp.., slesepp”, kepala penisku yang gundul sudah tidak terlihat karena di kepala penisku sudah masuk ke dalam vagina Melda yang hangat batas nikmat itu. Lalu kuperhatikan Kemana-mana wajahnya, Masih!, dia, Melda masih pulas saja,

Lalu kucabut penisku sedikit dan kumasukkan lagi agak lebih dalam kira-kira hampir setengahnya, “Akhh.., ahh, nikmatnya, enaknya vaginamu Melda, sayang seretnya lubangmu sayang”. Oh, gerakanku terhenti sebentar, kutatap lagi wajahnya yang betul- betul-betul yang mencerminkan sumber seks yang biasa dari wajah mata dan hidungnya yang agak menekuk sedikit.. ohh Melda, indahnya tubuhmu, enaknya vaginamu, nikmatnya lubangmu. Oh, apapun yang terjadi aku akan bertanggung jawab untuk semuanya ini. Aku sangat menyayangimu. Lalu kembali kutekan dalam lagi penisku supaya bisa masuk lebih jauh lagi ke dalam vaginanya, “Bleess.., blessess”, “Akhh.., akhh”, sungguh biasa, sungguh nikmat sekali vaginanya, belum selamat ini ada wanita yang punya vagina seenak dan segurih milik Melda ini.

Baca Juga : Cerita Dewasa Denyutan Beradu Kelamin

Ketika kumasukan penisku lebih dalam lagi, Melda agak terkejut, mungkin dalam mimpinya dia merasakan kaget dan nikmat yang luar biasa dan nikmat yang sangat ketika senjataku betul-betul masuk, lagi dia mengerang, erangan nikmat, erangan sorga yang aku yakin bahwa melda pasti merasakannya walaupun dirasa dalam tidurnya. Akupun demikian, ketika penisku sudah masuk ke dalam vaginanya, kutekan lagi sampai terbenam, lalu kuangkat lagi dan kubenamkan lagi sambil kugoyangkan perlahan-lahan ke kanan kiri dan ke atas dan bawah, gemetar badanku merasakan nikmat yang sebenarnya diberikan oleh vagina Melda ini, aneh sangat luar biasa, vaginanya sangat menggigit lembut, menggunakan pelan serta lembut dan meremas senjataku dengan lembut dan kasih sayang.

Benar-benar vagina yang luar biasa. Oh Melda, tak akan kutinggalkan kamu. Lalu dengan lebih semangat lagi aku mendayung dengan kecepatan yang taktis sambil membuat goyangan dan gerakan yang memang sudah kuciptakan sebagai resep untuk memuaskan melda ini. Akhirnya senjataku kubenamkan habis ke dasar vaginanya yang lembut, habis kutekan penisku dalam-dalam. Aakh, sumur Melda memang bukan main, walaupun lubang vaginanya kecil tetapi aneh dapat menampung senjata meriam milikku yang kurasa cukup besar dan panjang, belum lagi dengan urat-urat yang tumbuh di sekitar batang penisku ini, vagina yang luar biasa.

Lama-benar, ketika penisku benar-benar habis dalam-dalam pada vaginanya, aku mulai merasakan nikmat yang luar biasa, yang akan muncrat dari lubang perkencinganku. “Ohh.., ohh”, kupercepat gerakanku naik turun, dan akhirnya muncratlah air maniku di dalam vaginanya yang sempit itu. Aku langsung lemas, dan segera kucabut penisku itu, takut Melda bangunan. Dan setelah selesai, aku segera merapikan lagi. Celana di dalamnya kupakaikan lagi, begitu juga dengan dasternya juga aku kenakan lagi kamu.Sebelum kutinggalkan, aku kecup dulu keningnya sebagai tanda sayang dariku, sayang yang betul-betul timbul dari diriku sendiri, dan akhirnya pelan-pelan kamarnya kutinggalkan dan pintunya kututup lagi.Aku masuk lagi ke kamarku, masalah di tempat tidurku, sambil menerawang, aku menghayati permainan tadi.

Oh, sungguh suatu kenikmatan yang tiada taranya. Dan Akupun dengan pulas. keesokan harinya seperti biasa aku bangun pagi, mandi dan siap berangkat ke kantor, namun ketika hendak menutup pintu kamar, tiba-tiba Melda keluar dan tersenyum. “Mau berangkat Pak?”, tanyanya, aku akhirnya mengiyakan ucapannya, lalu kujawab dengan pertanyaan lagi. “Kok Melda nggak sekolah?”. “Nanti Pak, Melda giliran masuk siang”, akupun tersenyum dan Meldapun lalu bertemu dengan tukang ke depan rumah, untuk mencari bubur ayam, perutnya mungkin lapar. Taksi kucegat dan aku langsung berangkat ke kantor.

Joker338