Cerita Sex Keperawananku hilang di bulan September

Posted on
MPO878

Cerita Seks Keperawananku Hilang di Bulan September – Suasana yang begitu cerahdan tangkai pertangkai di penuhi bunga-bunga bertaburan yang sangat indah di depan mata Len, aroma harumnya sampai di hidung dan membangkitkan semangat untuk segera meraupnya. Tak tersisa. Dia pun jingkrak-jingkrak. Ya, ini kali pertama Len Ayahnya, untuk keluar dengan Wenny pacarnya. Setelah pertaruhan argumen dan sedikit ancaman dari Len akan mengurung diri di kamar jika tidak keluar. Maklumlah Len adalah anak perempuan satu satunya. Bukan pertama kali keinginannya harus dipenuhi. Meski menyimapan Ayah dan Ibunya terpaksa membiarkannya. Kata terakhir yang keluar sebelum mereka pergi adalah “Wenny, saling menjaga ya?”.Bukan tidak mempercayai Wenny, tapi mereka sama-sama masih SLTP, masih terlalu kecil untuk diamanahi apapun.

Seperti burung lepas, mereka terbang jauh mengelilingi kandang, mereka tak sadar musuh tentunya siap-siap dengan taringnya. Sampailah mereka jauh dari Desa, dari pantauan kakak Len, orangtua dan masyarakat yang akan membela mereka. Taman Rimba. Ya letaknya didalam Kota. Meski dalam Kota, taman ini adalah hutan buatan tempat binatang yang dilindungi. Biasanya jika disiang hari tempat ini dijadikan liburan keluarga. Hiburan murah meriah sambil mengenal satwa bagi anak anak mereka. Wenny memilih tempat ini pada malam itu akan banyak pasangan ABG yang merayakan Hari Valentine dan mencatatkan momen berharga dalam sejarah percintaan mereka.

Agen878

“Wenny, kita pulang yuk!” Mulai jengah dengan suasana taman, bikin malam makin banyak muda mudi yang datang. sebagian dari mereka tetap bertahan di arena menikmati acara yang disediakan panitia. Ada juga cinta yang tepat waktu dengan taman, duduk-duduk, tak bertemu dengan pasangan sedang berpelukan, lip kissing seperti yang dilihatnya di film-film Korea bahkan lebih… Saat itu sulit dibedakan mana pengunjung taman rimba dan pengunjungnya.

Bentar lagi yago, sayangkan jauh-jauh kita cepat pulang. Acaranya baru juga dimulai. Siapa tau nanti kita dapat doorprize atau kita dinobatkan jadi pasangan paling mesra. Apa kamu gak ingin kita selalu mengingat momen ini. Ketika semua orang memandangiri”. Manjur, kata-kata Wenny meluluhkan hati Len untuk tetap bertahan. Wenny adalah cinta pertama. Dia sangat menyukai lelaki itu dan tak ingin membuat dia kecewa.

Foto-Igo

Jam menunjukan pukul 21.40 WIB ketika Len melihat jam pada handphonenya. Ada banyak panggilan tak terjawab disana. Ia lupa untuk mengubah nada silent dari sepulang sekolah tadi. “Len, kamu dimana? Lekas ​​pulang! “, itu sms yang dikirim kakaknya. Hendra. Ren semakin gusar.
“Wenny, pokoknya kita pulang sekarang! Ayah cemas. Ini sudah terlalu malam.” Wenny hanya memandangi wajah kekasihya itu sekilas dengan gurat kecewa. Karena ia masih ingin menikmati acara demi acara. Wenny menuju tempat parkiran. Len mengambil helm dari tangan Wenny masih tetap dengan simpanan sunyi.

Suasana mencekam, gelap dan sunyi, suara speaker terdengar sangat jauh. Tiba-tiba motor yang dikendarai Wenny mogok. Bagi orang yang waras tentu lebih memilih tidur berselimut dirumah dari keluyuran. Kalau tidak karena permintaan Wenny tentu Yago lebih memilih dirumah saja. Rien masih mengingat permintaan Wenny.

Yago, sekali ini saja, malam Valentine. Malam kasih sayang. Malam seluruh dunia. Merayakan!. Besok jam sekolah kosong juga hanya diisi eskul kan?”. “Menyesalkah? entahlah di sisi lain Len juga menikmati setiap detik, menit dan seluruh waktu bersama Wenny. Setiap getaran yang mengalir mengingatkan pada Yago, mungkin cinta memerlukan pengorbanan. Pengorbanan?
Pada akhirnya Yago benar-benar sulit untuk berkorban. Pengorbanan yang tak pernah diharapkan. Dibayangkan, oleh Wenny, dirinya atau siapapun juga. Pengorbanan yang sia sia. Konyol. Ketika motor Wenny mogok, dua orang pria besar berpawakan depan menghampiri.
“kalian disini ngapain?”Tanya seorang lelaki yang berambut ikal kepak
“ motor kami mogok, Bang!
“Alasan! Kalian mau mesum ya?”
“ benar! gak bang! Jawab Wenny, yang mulai menciut mentalnya. Pasalnya dua lelaki itu membentak.
“ikut kami! Ajak lelaki itu setelah bertanya kepada alamat dan kartu pelajar. Lelaki perpawakan polisi itu mengintrogasi Wenny dan Len secara terpisah.
“ kamu pasti sudah mesum ? kamu sudah tak perawan kan ? Tanya lelaki itu ke Len
“ Len hanya terisak pasalnya dia takut suara tinggi, bentakan. Orang tuanya tak pernah membentaknya. Ditambah lagi suasana hutan yang gelap, hanya cahaya ponsel dari lelaki asing itu.“Wenny, dimana kau?” pikirnya.
“Wenny!!!” hanya kata itu yang sanggup keluar. Sekarang Yago benar-benar takut bukan saja karena bentakan tapi laki-laki itu menyusupkan tangan dikemeja Yago
“ Alahhh!, kamu juga sudah tidak perawankan?, jangan berisi ! Sal yang dipake Yago berpindah membungkam mulutnya. Tenaga lelaki itu terlalu kuat. Rien tak dapat melakukan apa dan tak mengetahui apa? Hal buruk telah menimpanya.
Ditempat yang berbeda Wenny dimintai uang dan handphonenya. Jika tidak diberikan maka akan dimasukan dimasukan ke kantor polisi. Nyali Wenny yang masih SLTP tak bertahan, dan tidak bisa berpikir panjang. Apalagi ia berasal dari Desa.Mentalnya bertekuk lutut memberikan uang tiga puluh ribu dolar beserta ponselnya.

“ arrrgh! Kenapa kamu tak bilang dari tadi Len? Geraham Wenny saling bertemu. bahasa inggris Setelah mendengar pengakuan Len. Dia memutar motornya ke arah dimana motor tadi mogok. Dia putari seluruh taman. sia sia. Tidak ia temui dua lelaki tersebut. Putus harapan ia beranikan diri untuk menghampiri pos satpam penjagaan dan menanyakan tentang dua lelaki tersebut. Tapi mengaku tidak mengenali sama sekali dengan ciri ciri yang disebutkan. “kalau polisi yang patroli disini biasanya pake seragam Dek” jelas penjagaan tersebut. Setitik jalan keluar dari mereka temui, semua tertutup. Gelap dan semakin gelap seperti hari yang hampir mendekati tengah malam.Wenny dan Yago merayakan Hari Valentine penuh tangis. Tangis yang tak akan pernah kering sampai kapanpun.

Yago pagi sekali datang ke sekolah. Ia sangat bingung harus bagaimana. Ingin segera bertemu dengan Wenny. matanya tak terpejam barang semenitpun. Bukan karena berkumpulnya rindu seperti hari biasa tapi karena kecemasan dan rasa shok bersekongkol disana. Tak disangkanya Wenny sudah berada di kelas. Senyumnya berubah menjadi masam. Dia melihat Wenny bersama Tiara. Dilihatnya coklat ditangan Tiara. “Wenny, beri aku penjelasan?” ditariknya Wenny kebelakang kelas.

“Yago, maaf aku masih jejaka. Gila!, kalau aku memperoleh yang tidak perawan”. Jawab Wenny sambil menunduk. Tiara sudah lama mencintaiku. Tidak salahnya aku mengobati kekecewaan ini dengannya. Aku kecewa Yago. Aku syok”. Sekarang Rien yang benar-benar merasa gila. Tangisnya sudah kering. Badannya kehilangan kekuatan. Disandarkannya lama di tiang bangunan. Sunyi. Sampai tanda bel masuk bunyi.
“ Maaf Yago, kuharap kamu baik-baik saja. Yuk kita masuk”. Kata Wenny sambil berlalu.

Hari ini ruang kelas terpisah antara laki-laki dan perempuan. Kegiatan eskul hari ini diisi dengan kegiatan Rohis. Miss Salsabillah adalah guru Bahasa Inggris yang dipercaya Kepala Sekolah sebagai tutor kegiatan Rohis di kelas dua. Kelasnya Yago. Banyak murid yang disukai, suaranya lembut, teduh, tak pernah marah-marah dan yang terpenting adalah dia bisa diterima oleh anak-anak dalam tausyiah meskipun dia lulusan dari pesantren atau sekolah tinggi agama. Kedahsyatan dalam mencari ilmu agama secara otodidak mengantarkannya menjadi sesosok muslimah yang ideal.
Betapa terkejutnya dia ketika sampai dikelas semua murid mengucapkan “Happy Valentine Miss! Secara serentak. Wow.Disela kebingungan murid-murid menyisipkan coklat, atau entah apa isinya dibungkus rapi bersama sampul warna pink. Dia tak pernah merayakannya. Saat itu adalah waktu yang tepat untuk mengembalikan Aqidah dan menghapus lata murid yang ikut-ikutan merayakan Valentine.
“hari ini hari valentine? Tanya Salsabillah kepada muridnya setelah kondisi lumayan tenang.
“Iya Bu”
“Apa itu Valentine ?”
“Ah, Nona kolot masak hari gini gak ngerti valentine. Capek deh!!!” kata seorang murid.
Murid yang lain menimpali, “hari kasih sayang sayang,”
“siapa yang bilang?” menarik perhatiannya. Suasana sunyi. “sudah biasa Nona, kami ngerayain kata seorang murid yang agak jangkung”.Salsabillah mengelus dada di perdesaan seperti ini berita atau kabar kekafiran cepat menyebar dan diikuti.

Baca Juga : Cerita Sex Ngentot Sama ABG Tetangga

“masih ingat dengan ayat yang mengatakan jangan mengikuti sesuatu tanpa ilmu pengetahuan?”. Kembali sunyi. Kemudian Billah melanjutkan, “kita tidak boleh mengikuti perayaan Valentine karena ini adalah kebiasaan orang kafir. Mau masukan kita kepada golongan orang kafir?”. Murid-muridpun gemetar tanpa suara. Dari paling bangku ujung seorang murid bertanya, “ kenapa Nona? Kan Valentine bukan untuk orang saja tapi juga untuk anak ke orang tua, sesama teman dan dengan guru. itu bagus? Mengapa dibilang mengikuti orang kafir. Kalau untuk yang pacaran bolehlah dibilang begitu.” Salsabillah tersenyum berarti tausyiah tentang haramnya pacaran minggu kemarin masuk kepemikiran anak muridnya.Kemudian Salsabillah mulai tentang asal usul mengapa Valentine itu haram.

Valentine itu berasal dari nama seorang Santo yang dibunuh karena ia adalah Raja Claudius II yang melarang para pemuda untuk menikah pada zaman itu. Menurut Raja, pemuda yang menikah tidak bisa berkonsentrasi dalam bersenang-senang. Pada waktu itulah St Valentine membangkang, ia tetap menikahkan pemuda-pemuda tersebut. Tapi lambat laun ketahuan. Raja marah lalu membunuhnya. Untuk mengenang dan mengagungkan keberanian sang Santo maka dikenallah pada hari kematiannya sebagai hari kasih sayang yaitu pada tanggal 14 Februari. Selain itu orang Eropa tidak percaya pada tanggal tersebut adalah musim semi atau musim kawin. banyak orang-orang didunia yang ikut-ikutan ngerayain. Jadi bagi kita muslimah kita harus memahami sejarah ini. Perayaan ini tidak ada dalam Islam. Agar kelak kita tidak menyesal karena termasuk golongan kafir.

Jadi jangan asal ikutan ya? Jika untuk harga kasih sayang bisa kok tiap hari tanpa hari tertentu. Jadi masih mau ikutan merayakan Valentine nih? Mau digabunggin sama orang-orang kafir?” Tanya Sallabillah. Ia pandangi semua isi kelas. Ia lahap semua mata murid-muridnya. Semua tertunduk. Ada yang paham. Ada yang nyeletuk “ ih, Miss ni gak gaul banget, apa gak boleh”. Ia tersenyum dan berdo’a semoga diberikan hidayah dan pemahaman kepada muridnya. Dibangku nomor tiga ia tangkap sesosok Len, tidak seperti biasa. Wajahnya terlihat, ketika beradu pandang, matanya penuh dengan jaringan. kita tak ada bedanya dengan mereka seperti sabda Nabi Shallallahu ‘alahi wasalam “barang siapa menyerupai suatu kaum termasuk golongan mereka (HR. abu Daud ). Jadi jangan asal ikutan ya? Jika untuk harga kasih sayang bisa kok tiap hari tanpa hari tertentu. Jadi masih mau ikutan merayakan Valentine nih? Mau digabunggin sama orang-orang kafir?” Tanya Sallabillah. Ia pandangi semua isi kelas. Ia lahap semua mata murid-muridnya.

Semua tertunduk. Ada yang paham. Ada yang nyeletuk “ ih, Miss ni gak gaul banget, apa gak boleh”. Ia tersenyum dan berdo’a semoga diberikan hidayah dan pemahaman kepada muridnya. Dibangku nomor tiga ia tangkap sesosok Len, tidak seperti biasa. Wajahnya terlihat, ketika beradu pandang, matanya penuh dengan jaringan. kita tak ada bedanya dengan mereka seperti sabda Nabi Shallallahu ‘alahi wasalam “barang siapa menyerupai suatu kaum termasuk golongan mereka (HR. abu Daud ). Jadi jangan asal ikutan ya? Jika untuk harga kasih sayang bisa kok tiap hari tanpa hari tertentu. Jadi masih mau ikutan merayakan Valentine nih? Mau digabunggin sama orang-orang kafir?” Tanya Sallabillah. Ia pandangi semua isi kelas. Ia lahap semua mata murid-muridnya. Semua tertunduk. Ada yang paham. Ada yang nyeletuk “ ih, Miss ni gak gaul banget, apa gak boleh”. Ia tersenyum dan berdo’a semoga diberikan hidayah dan pemahaman kepada muridnya. Dibangku nomor tiga ia tangkap sesosok Len, tidak seperti biasa. Wajahnya terlihat, ketika beradu pandang, matanya penuh dengan jaringan.

Len masih hanyut dalam pikirannya. Seandainay Len membahas kata-kata Salsabillah untuk tidak yakin tak akan seperti ini. Dulu dia tidak percaya kata-kata Salsabillah. Menurut Len pacaran berzina seperti yang dikatakan Salsabillah. Baginya pacaran hanya untuk memotivasi dia belajar. Semua sudah terlambat, Wenny yang diharapkan bisa jadi motivasi belajar adalah lelaki brengsek yang tak punya hati sama sekali. Tapi Wenny juga tidak bisa disalahkan, siapa yang mau dengan perempuan yang tak perawan? Lalu siapa yang harus disalahkan! Tuhan ? Tuhan sudah menegurnya, memanggilnya untuk tidak mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk (Al-Isra :32 ). “menagislahlah nak!, menagislah kalau kamu belum siap cerita sekarang, Ibu tunggu. Menangislah!, jika buatmu tenang!”. Diberikannya punggung Salsabillah. Mereka berdua berpelukan seperti seorang anak dan Ibunya. Len terus menangis, ia mulai memahami kenyataan hidup ini, tangisan tangisan karena kesalahan diri sendiri, entah karena orang lain atau memang waktunya harus menangis.

Joker338