Cerita Sex Tak Tahan Dengan Kelakuan Keponakanku Yang Genit

Posted on
MPO878

Cerita Seks Tak Tahan Dengan Kelakuan Keponakanku Yang Genit – Saat ini aktivitasku hanyalah menjadi seorang ibu rumah tangga dan umurku masih 35 tahun, dan terkadang aku merasa jenuh di rumah sendiri, aku melakukan kegiatan di luar rumah untuk mengisi kebosananku seperti rapat, Pkk, arisan, dan lain halnya. Suamiku bekerja di kepemerintahan, dan kami sudah di karuniai 2 anak, anak pertama kami masih berumur 15 tahun dan anak yang kedua masih SD, waktu muda dulu aku sering menjadi model atau pragawati karena memang bodiku seksi semasa muda.

Dengan bagian-bagian tubuh depan dan belakang termasuk bagus. Berat badan sekitar 47,5 kg. Orang bilang saya punya penampilan yang menarik dan seksi terutama juga bibir saya. Apa yang saya akan ceritakan adalah pengalaman saya yang menarik yang telah menjadikan hidup saya terpuaskan lahiriah dan batiniah. Dan telah memperkuat kehidupan perkawinan kami.

Agen878

Ceritanya dimulai pada suatu peringatan ulang tahun suami kakak saya kurang lebih dua tahun yang lalu, dimana banyak saudara yang membantu dalam persiapannya. Ikut pula membantu keponakan saya Bram, anak kakak saya yang lain lagi. Bram berumur 25 tahun, masih kuliah, berperawakan tegap atletis tinggi kurang lebih 1,7 m.

cakep tampangnya dengan rambut hitam bergelombang. Termasuk seksi juga. Genit juga. Suka mencuri-curi memandangi saya, sepert mau menelan. Kalau bicara tampak seperti tersenyum. Kurang ajar juga pikiran saya, tapi terus terang saya juga senang.

Anaknya simpatik sih. Kadang-kadang ada juga pikiran, mungkin jika mencium Bram atau memeluknya/dipeluk. Kelihatannya ada setrum dan chemistry di antara kami.

Sore itu kakak meminta saya untuk mengambilkan kue tart, karena tidak ada yang bisa dimintai tolong. Karena tidak ada yang lain juga terpaksa Bram yang mengantarkan dengan mobilnya. Apa yang terjadi ketika bersama Bram dan saya membungkam dompet saya yang terjatuh di garasi.

Bram pegang tangan saya menarik dan mencium pipi saya dengan senyum. Saya tidak bereaksi tetapi juga tidak marah tetapi berusaha memberikan kesan kalau saya juga senang. Sikap saya yang tidak menyenangkan kemudian berulang kali ciuman dalam mobil ketika berhenti di lampu merah.

Kali ini ciumannya di mulut sambil melakukannya di paha. Bram dicium dengan melumat dan memainkan lidahnya. Meski ini bukan pengalaman saya pertama untuk dicium tetapi saya tergetar di seluruh tubuh dan merasakan ada rasa menggelitik dan mengalir di kontak saya.

Selintas terjadi pertempuran antara ya dan tidak, antara kejujuran terhadap suami melawan spontanitas keindahan penampilan, dan keadilan akan tak terkalahkan. Getaran terus menggebu sampai kesadaran muncul dengan reaksi yang mendorong menggumam, “Jangan di sini, jangan di sini, lihat orang.”

Terus terang keinginan sangat besar untuk tidak dihentikan, tetapi memang tidak tepat. Babak awal telah terbuka, dan cerita tidak ingin terputus dan babak berikut perlu dipanggungkan secara berkelanjutan.

Sepanjang proses pengambilant Bram pada kesempatan yang memungkinkan selalu mencuri untuk mencium dan membisikkan kata-kata, “You are beautiful,” dan terakhir sampai ke rumah dia bisikkan, “I want you,” sambil telinga saya.

Sekali lagi saya tergetar sampai ke bawah. Melirik ke arah dia sambil senyum. Saya harap Bram bisa menangkap senyum saya dan pandangan mata saya sebagai tanda “OK”.

Kami diam. Sesampai di pagar rumah saya bisikkan pada Bram, “Telepon saya besok pagi.” Pesta ulang tahun berjalan dengan lancar. Bram tetap mencuri-curi pandang pada setiap kesempatan. Akhirnya semua pulang, saya pun pulang, bersama suami, dengan berbagai perasaan seperti gadis yang jatuh cinta.

Foto-Igo

Malam hari tidur pikiran tidak terlepas dari Bram. Gelitik dan kelembaban terasa disela-sela paha. Karena Pikiran Penuh Bram mata pun tidak bisa terpejam. Mengharap pagi hari datang. Gila kalau dipikir, kok bisa tergoda, hanyut.

keesokan harinya pagi-pagi Bram sudah menelepon. Untung bukan suami yang mengangkat. siang itu Bram dan saya makan siang, menikmati keberduaan dan kedekatan yang akan terjadi. Kami meninggalkan dengan Bram memegang inisiatip yang kemudian berakhir di salah satu motel di timur Jakarta, tanpa ada sikap peduli atau protes dari saya.

Tanpa menunggu pintu kamar motel tertutup rapat, sambil berdiri saya telah berada dipelukan Bram, melumat mulut dengan ciuman yang berapi-api. Tangannya menjelajah ke seluruh bagian tubuh saya.

Ke bawah rok menekan pantat saya dan di belakang punggung dan burungnya. Saya menyerah, tangan saya pun jadi ikut menjelajah ke burungnya yang telah sangat keras. Meremasnya dari luar dengan keinginan yang semakin menggebu untuk membukanya. “Gila nih, gila nih!” terngiang di benak, tetapi tak mampu menyetop gairah yang sudah memuncak ini.

Setelah memastikan bahwa tidak akan ada gangguan dari room service Bram menggiring saya ke tempat tidur tanpa melepaskan pelukannya. Pelan-pelan dia tidurkan saya dan secara lembut mulai menciumi dari telinga leher mulut, sambil kancing bacu dibuka, dan terus menciumi buah dada saya secara bergantian kanan kiri, BH dilepas, dihisapnya puting dan dijilatnya secara halus.

Seluruh badan terasa kena setrum, terangsang. Kewanitaan saya terasa basah karena memang saya memiliki kekhasan produksi cairan kewanitaan yang banyak. Bram pun memulai membuka satu persatu bajunya, masih tertinggal CD-nya.

Secara bertahap Bram membuka bagian bawah rok sambil tak henti-hentinya menciumi seluruh bagian yang terbuka. Perut saya dia ciumi bermesra-mesra. Tangannya juga menjalar ke seluruh badan dan mendekap pada kewanitaan saya yang telah meminum CD, sambil mulut Bram mendesah penuh gairah.

Saya sudah tak bisa menahan kenikmatan yang rasanya sudah lama tak saya alami lagi. Tangan Bram mulai dimasukkan ke dalam CD menulusuri kewanitaan saya dengan menggerakkan jarinya. Gila setengah mati rasanya.

Mau teriak rasanya. Bram secara halus dan pandai memainkan seluruh badan dan bagian-bagian peka saya. Kewanitaan saya mulai merespons banjir pada rangsangan yang selangit. Gila benar-benar rasanya.

Bram berlanjut dengan membuka CD dan memulai mengkonsentrasikan perhatiannya pada kewanitaan saya. Diciumnya secara perlahan dengan memainkan lidahnya dari atas ke bawah. Paha saya ditegakkan dan dibukanya lebar-lebar.

Dicium bibir terlihat dengan penuh, dihisap berkali-kali sambil lidahnya memasuki celah-celah percakapan saya. Aduh gila rasanya selangit. Ganti dia hisap klitoris secara halus. Dihisapnya, terus.

Sampai saya tidak tahan dan sampailah saya di puncak. Terasa cairan mengalir. Disertai dengan teriakan ringan tangan memeras rambut Bram. Ini menjadikan Bram lebih lagi menggumuli lubang video saya.

Dia benamkan dan usapkan di seluruh wajah pada video saya yang basah dengan desahan kepuasan. Saya sudah tidak bisa lagi menguasai diri dan teras selalu tercapai puncak-puncak yang nikmat. Gila benar.

Belum pernah saya dibeginikan. Pintar sekali si Bram ini, sepertinya pengalamannya sudah banyak. Saya hanya bisa menggerakkan kepala ke kanan kiri dengan mata terpajam mulut terbuka, dengan suara mendesah keenakan. Gila benar. Selangit.

Kini giliranku. Bram saya tarik ke atas. Kini batang musiknya semakin terasa menekan paha saya. Bram saya balikkan dan batangnya saya genggam. Wah besar dan kencang lagi, sudah basah pula.

Langsung saya hisap dengan gairah. Lidah saya permainkan di ujung video sambil dikeluar-masukkan. Bram mengerang. Setelah kurang lebih sepuluh menit Bram melepaskannya. Dia lebih menginginkan keluar dari liang seks saya.

Kini dia di atas saya lagi dengan posisi batang video di depan lubang berita. Dengan ujungnya digerak-gerakkan di bibir video ke atas ke bawah. Enak sekali. Mabok benar. Kemudian secara perlahan masuklah video ke lubang lubang saya dan terus menekan sampai terasa penuh sekali, dan terasa sampai di dasar rahim.

Gila rasanya benar-benar selangit. Tidak pernah terasa seperti ini. Bram menekan terus sambil menggoyang-goyang pantatnya. Gila! Enak benar! Terus dia putar-putar sambil keluar masuk. Sampai saya lebih dulu tidak tahan dan sampai di puncak, keluar dengan meledak-ledak kehilangan kehilangan melayang melayang sampai terasa hampa saking nikmatnya.

Kemaluan saya terasa basah sekali. Bram masih terus dan belum mau menyelesaikan dengan cepat. Batang-batangnya masih diputar dengan keluar di lubang keluar, sehingga saya tahan keluar lagi, yang ketiga tidak ada yang keluar karena dihisap tadi. Gila benar! Seluruh badan basah rasanya. Sprei sudah basah dari cairan kewanitaan saya.

Bram masih terus menekan, memutar, membuang-garuk dan mencium sekali-sekali. Ciumannya di telinga bersamaan dengan tekanan batang dan di dalam lubang yang saya buat membuat seluruh badan nikmat dan keluar saya dahsyat. Kemaluan saya terangkat menyongsong tekanan batang sosial Bram.

Gila benar, sungguh nikmat tiada tandingan. Akhirnya Bram mulai menggerang-ngerang berbisik mau keluar. Dengan tekanan yang mantap keluarlah dia dengan semprotan yang keras ke dalam liang anak saya.

Hangat, banyak dan terasa mesra dan memuaskan. Oh Tuhan, sungguh tak ada tandingannya. Dia remas badan saya dengan tempat di bibir saya. Hampir habis nafas. Kehangatan semprotan Bram menggelitik lagi sehingga saya orgasme saya keluar lagi yang kedelapan menyusul semprotan Bram.

Kami bersama-sama keluar dengan nikmat sekali. Sesaat terasa pingsan kami. Setelah selesai kepuasan yang secara menyeluruh terasakan di badan. Pikiran terasa terlepas dari semua masalah dan hanya keindahanlah yang ada.

Kami masih berpetualang menikmati tanpa kata-kata, sambil mengeluarkan kembali energi yang telah tercurahkan secara intensif. Kami mulai. Siuman setelah sepuluh menit dengan perasaan yang lega, dan puas.

Meski demikian rasa mengelitik, gatal-gatal kecil masih terasa di wajah saya, seolah-olah belum puas dengan kenikmatan yang begitu hebat. Tangan saya mendekap batang video Bram mengusap-usapnya sayang.

Ingin rasanya batang video Bram berusaha lagi di lubang video saya. Bibir tidak bisa menahan, saya tarik batang video Bram dan mulai meluncur ke bawah dan bawahnya lagi dengan kasih sayang, diliputi bau campuran antara cairan saya dan mani yang sedap terasa.

Kemaluan Bram terasa sangat lunak tidak segagah tadi. Serasa dimarshmallow. Tetapi hal itu tidak berlangsung lama karena perlahan-lahan batang mulai bergerak dan menyesaki mulut.

Sekali lagi kewanitaan saya tergelitik. Tanpa bertanya, saya jongkok di atas Bram dan memasukkan Bram pelan-pelan. Seluruhnya masuk terasa sampai di ujung perut dan mulai menggelitik G-spot.

Ganti saya pompa ambil kadang merunduk memeluk Bram dan menciumnya. Kadang-kadang sambil duduk menikmati penuhnya di video saya. Rasanya enak sekali karena saya yang mencari posisi yang terenak untuk saya.

Setelah beberapa waktu menikmatinya, kenikmatan itu semakin memuncak dan terus memuncak hingga akhirnya mencapai puncak tertinggi. Meledak-ledak lagi orgasme dengan teriakan-teriakan nikmat.

Yang ternyata diikuti oleh Bram dengan semprotan kedua. Tangannya memeluk erat-erat dengan gerangan pula. Gila enaknya sungguh sesuatu yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Ini kali rasanya surga dunia. Kalau bisa maunya seharian begini terus rasanya. Gila! Gila benar, sungguh nikmat memuaskan.

Tetapi kami harus pulang. Saya kembali ke rumah, ke suami dan keluarga saya. Dengan suatu pengalaman yang tak terlupakan selama hidup. Sepanjang jalan kami diam tetapi tangan saling memegang.

Malamnya sebelum tidur, sekali lagi saya menggelitik dengan ingatan pengalaman siang tadi tidak bisa hilang. Ini memang pembawaan saya yang orang mungkin mengatakannya sebagai maniak seks, histeris, multi orgasme, batasi terus.

Baca Juga :  Cerita Dewasa Kebinalan Sang Kakak Ipar Yang Sangek

Sekali terbuka lebar dan dirangsang maunya terus dipenuhi. Sejauh ini dengan suami tidak pernah tercapai apa yang bisa dilakukan Bram. tujuan dengan suami sama-sama tercapai tetapi kepuasan yang tidak mendalam seperti Bram.

Suami yang selesai menjadikan “bakat” saya tidak berkembang. Sekarang yang ada hanya suami di samping saya. Saya merengek permintaan pada suami dengan tangan meraba alat kelaminnya dan pemijatan-mijatnya secara halus.

Dia tertawa sambil memandang, “Gatel nih ya.” Dalam hati saya bilang memang gatal. Saya mencoba menikmati tayangannya dengan membayangkan Bram. Kewanitaan saya, saya goyangkan mencari tempat yang nikmat sambil mendekap.

Dia menekan beritme sampai kemudian saya mencapai puncak dulu diikuti dengan semprotan maninya. Selesailah sudah. Kemaluan saya masih ingin sebenarnya, tetapi dia biasanya sudah tidak bisa lagi. Jadinya tanganlah yang bergerak “Self Service”. Memang penyakit saya (atau karunia) ya itu. Sekali sudah diobok-obok tidak bisa berhenti. Saya tidur dengan nyenyak malam itu.

Seperti yang bisa dilupakan pertemuan saya dengan Bram berlanjut. Semua fantasi seks dan impian-impian tak ada yang tidak kami wujudkan. Sungguh sangat-sangat nikmat. Teknik kami makin sempurna dan Bram bisa membuat saya orgasme sampai tiga belas kali.

Pada kesempatan lain akan saya ceritakan pengalaman-pengalaman kami yang aduhai. Semoga saya tidak jatuh cinta dan hubungan yang lebih dalam, dan mengacaukan rumah tangga saya yang sudah ada.

Saya hanya mau seksnya. Sama seperti Bram juga. Sehingga dari luar, pasangan seks saya resmi adalah suami. Dibalik itu Bram lah yang menjadi pemuas seks dan fantasi saya dan ini telah berjalan selama dua tahun. Dua kali dalam seminggu paling sedikit. Suami tetap bertahan seminggu sekali, kadang sepuluh harian sekali.

Saya merasa bahagia dengan segala suasana. Keluarga tidak terganggu. hubungan dengan anak-anak dan suami tetap seperti biasa, bahkan kehidupan seks dengan suami menjadi lebih baik. Ternyata selingkuh ada manfaat dan manfaat juga.

Joker338